Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jawa Barat Kembangkan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Bandung · Oleh · · Diperbarui 4 September 2026

Kemenhaj Jawa Barat dorong penguatan ekosistem ekonomi haji untuk pemberdayaan masyarakat lokal dengan melibatkan usaha kecil dan melibatkan stakeholder.

Jawa Barat Kembangkan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Potensi Ekonomi Haji dan Umrah yang Belum Dimaksimalkan

Jawa Barat memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dari sektor haji dan umrah. Setiap tahunnya, diperkirakan 400 ribu hingga 600 ribu masyarakat Jawa Barat melaksanakan ibadah umrah, ditambah sekitar 30 ribu haji reguler yang diberangkatkan.

Angka tersebut menunjukkan betapa besar perputaran uang yang seharusnya bisa dirasakan oleh masyarakat lokal. Sayangnya, selama ini triliunan rupiah dari jamaah habis dibelanjakan di Arab Saudi, mulai dari sajadah, tasbih, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan pangan seperti beras dan bumbu-bumbuan.

Baca Juga: Pasar Kalcer 2026 Hadirkan 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Bandung di Laswi Heritage Mulai 5 September

Strategi Kemenhaj Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat kini menggulirkan strategi baru. Mereka mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan perputaran ekonomi sektor haji dan umrah di dalam negeri.

Menurut Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat Boy Hary Novian, pihakya telah menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder penyelenggaraan haji dan umrah.

Baca Juga: Persib Punya Nilai Skuad Rp161 Miliar Tertinggi di Indonesia, PSM Makassar Rp76 Miliar Jauh di Bawahnya

"Kami dari Kanwil Kemenhaj Jawa Barat akan mendorong para stakeholder penyelenggara haji dan umrah seperti travel, PPIU, dan KBIH agar memanfaatkan dan melibatkan usaha masyarakat lokal," katanya.

Komponen Konsumsi Jamaah Wajib dari Produk Indonesia

Salah satu langkah konkret yang diambil pemerintah adalah mewajibkan komponen konsumsi jamaah di Tanah Suci untuk dipasok langsung dari Indonesia. Kebijakan ini mencakup beras dan bumbu-bumbuan yang sebelumnya banyak didatangkan dari luar negeri.

Dengan kebijakan ini, diharapkan rantai pasok produk dalam negeri bisa semakin kuat. Jamaah juga diimbau untuk memprioritaskan pembelian oleh-oleh dari dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.

Produk Lokal yang Berpotensi Dikembangkan

Berbagai produk yang selama ini banyak dibutuhkan jamaah memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh pelaku usaha lokal. Beberapa di antaranya:

Menciptakan Dampak Ekonomi yang Lebih Luas

Boy menjelaskan bahwa selama ini ibadah haji dan umrah terkesan hanya memberikan manfaat secara personal. Melalui penguatan ekosistem ekonomi ini, diharapkan ibadah tersebut mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas.

"Kita ingin ke depan ekosistem ekonomi haji di daerah kita benar-benar berjalan konsisten dan menguntungkan masyarakat kita," tegas Boy.

Sinergi untuk Masa Depan Ekonomi Haji

Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah, pelaku UMKM, serta masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, rantai ekonomi haji dan umrah diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian daerah.

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah bukan hanya soal keagamaan, tetapi juga merupakan instrumen strategis untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.