Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jawa Barat Bidik Posisi Strategis sebagai Pusat Ekonomi Syariah Nasional

KDM · Oleh · · Diperbarui 14 Agustus 2026

Bank Indonesia dorong Jawa Barat jadi episentrum ekonomi halal nasional. WJSEF 2026 edukasi literasi syariah dengan hadirnya 3.000 jamaah.

Jawa Barat Bidik Posisi Strategis sebagai Pusat Ekonomi Syariah Nasional

Potensi Besar Ekonomi Syariah di Jawa Barat

Bank Indonesia memperkuat komitmennya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya relevansi ekonomi syariah di tengah dinamika perekonomian nasional.

"Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menghadirkan sistem ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," tegas Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Tabligh Akbar pada rangkaian kegiatan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026, Minggu (28/6) lalu.

Baca Juga: Pemprov Jabar Pindahkan Lokasi Upacara HUT ke-81 dari Gasibu ke Halaman Gedung Sate

Fondasi Kuat Menuju Episentrum Ekonomi Halal

Ekonomi syariah di Jawa Barat memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Berbagai indikator menunjukkan kekuatan fundamental yang mendukung pengembangan sektor ini di wilayah inúmer.

"Dengan modal sosial, ekonomi, dan budaya tersebut, Jawa Barat memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu episentrum pengembangan ekonomi halal nasional," papar Junanto.

Tantangan Literasi Masih Jadi PR Bersama

Meskipun potensi besar tersedia, ruang penguatan literasi masih terbuka lebar. Data menunjukkan bahwa tingkat literasi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia pada 2025 berada pada level 50,18 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih diperlukan edukasi yang lebih masif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Farhan Panggil Semua Operator Transportasi di Stasiun Bandung untuk Atasi Kemacetan

WJSEF 2026: Wadah Edukasi dan Penguatan Ekosistem

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Kantor Perwakilan BI Jawa Barat menyelenggarakan Tabligh Akbar bertema "Hidup Tenang melalui Rezeki yang Berkah: Ikhtiar Membangun Keluarga Bahagia sesuai Syariah".

Acara ini menjadi bagian dari West Java Sharia Economic Festival (WJSEF) 2026, agenda tahunan yang bertujuan memperluas ekonomi syariah sebagai bagian dari gaya hidup halal.

Antusiasme tinggi tercermin dari kehadiran sekitar 3.000 jamaah yang berasal dari kelompok pengajian, majelis taklim, dan masyarakat umum di wilayah Bandung Raya.

Membangun Keluarga Bahagia ala Syariah

Dalam kajiannya, Ustadz Hilman Fauzi mengajak jamaah untuk membangun keluarga yang bahagia sesuai prinsip-prinsip ekonomi syariah. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

"Ekonomi syariah tidak hanya berbicara mengenai lembaga keuangan syariah atau produk halal, tetapi juga tentang bagaimana aktivitas ekonomi dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, kemaslahatan, transparansi, serta tanggung jawab," jelas Junanto.

Kontribusi Signifikan Ekonomi Syariah Nasional

Peran strategis ekonomi syariah juga tercermin dari data makroekonomi. Kontribusi sektor Halal Value Chain (HVC) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 27,34 persen (KEKSI, 2026).

Selain itu, pengeluaran konsumen Muslim global untuk enam sektor utama saat ini mencapai USD2,6 triliun dan diproyeksikan melonjak menjadi USD3,56 triliun pada 2029. Ini menunjukkan pertumbuhan signifikan yang bisa dimanfaatkan.

Ke Depan: Konsistensi dan Kolaborasi

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi ekonomi dan keuangan syariah di masyarakat. Berbagai langkah strategis akan dilakukan, antara lain:

Semua pihak berharap ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi fondasi kuat dalam perjalanan membangun Jawa Barat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

() DW/ARY