Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jawa Barat 2025: Inflasi Stabil 2,63%, Surplus Perdagangan Gemilang USD 24,62 Miliar

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Jabar 2025: Inflasi stabil 2,63%, surplus perdagangan USD 24,62 Miliar. Ekonomi resilien, harga terkendali. Prediksi gemilang! #EkonomiJabar #InflasiStabil

Jawa Barat 2025: Inflasi Stabil 2,63%, Surplus Perdagangan Gemilang USD 24,62 Miliar

Kilas Balik Ekonomi Jawa Barat Akhir 2025: Inflasi Terkendali, Perdagangan Surplus Kuat

Bandung, [5 Januari 2026] – Provinsi Jawa Barat mengakhiri tahun 2025 dengan capaian ekonomi yang menggembirakan, ditandai dengan inflasi yang terkendali ketat dan surplus perdagangan yang signifikan. Perekonomian daerah ini menunjukkan resiliensi di tengah dinamika global dan domestik.

Inflasi Terkendali Sesuai Target

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa inflasi tahunan (year-on-year) dan inflasi kumulatif (year-to-date) Jawa Barat sepanjang tahun 2025 berhasil dijaga pada angka 2,63 persen. Angka ini berada dalam kisaran target pemerintah, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen, mengindikasikan stabilitas harga yang baik di wilayah tersebut.

Pada bulan Desember 2025, inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,43 persen. Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, dalam rilis pers di kantor BPS Provinsi Jawa Barat pada Senin (5/1/2026), menjelaskan bahwa seluruh kabupaten/kota pemantau inflasi di Jawa Barat mengalami inflasi pada bulan tersebut.

Darwis menambahkan bahwa kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras sebagian besar disebabkan oleh peningkatan permintaan menjelang akhir tahun. Faktor lain seperti kenaikan harga emas internasional dan bensin turut berkontribusi.

Neraca Perdagangan Menguat dengan Surplus Kredibel

Sektor perdagangan Jawa Barat menunjukkan kinerja yang solid. Sepanjang Januari-November 2025, nilai ekspor Jawa Barat mencapai USD 35,45 miliar, sementara nilai impor sebesar USD 10,83 miliar. Hal ini menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 24,62 miliar, sebuah pencapaian yang menggarisbawahi daya saing ekspor provinsi ini.

Pada November 2025, ekspor tercatat sebesar USD 3,20 miliar, didominasi oleh sektor industri (98,70 persen). Negara tujuan ekspor utama meliputi Amerika Serikat, Filipina, dan Jepang. Sementara itu, impor pada November 2025 senilai USD 0,85 miliar, dengan sebagian besar (81,17 persen) digunakan untuk bahan baku/penolong.

"Neraca perdagangan di Jawa Barat selama Januari-November 2025 mengalami surplus senilai USD 24,62 miliar. Adapun negara yang kita mengalami surplus yaitu dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan negara yang kita mengalami defisit yaitu dengan Taiwan dan Tiongkok,” jelas Darwis Sitorus.

Sektor Pertanian dan Pariwisata Menunjukkan Dinamika Positif

Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Desember 2025 mencapai 117,61, menunjukkan kenaikan 1,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura (7,59 persen) dan peternakan (0,67 persen).

Sektor pariwisata juga menunjukkan geliat membaik. Jumlah wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 17,66 juta perjalanan pada November 2025, naik 29,32 persen dibandingkan November 2024. Total perjalanan wisnus sepanjang Januari-November 2025 mencapai 193,24 juta. Destinasi favorit meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bandung, dan Kota Bekasi.

Transportasi: Kereta Api Unggul, Angkutan Udara Menurun

Angkutan kereta api menjadi primadona dengan jumlah penumpang mencapai 2,14 juta orang pada November 2025, naik 13,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kereta cepat Whoosh juga mencatatkan 0,267 juta penumpang pada November 2025.

Namun, angkutan udara justru mengalami penurunan signifikan. Jumlah penumpang domestik di enam bandara utama Jawa Barat hanya 0,46 ribu orang pada November 2025, turun 94,46 persen dibandingkan November 2024. Penumpang internasional juga turun 71,28 persen pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan pergeseran preferensi moda transportasi atau perubahan rute penerbangan.

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Jawa Barat pada akhir tahun 2025 menunjukkan fondasi yang kuat, didukung oleh stabilitas harga, pertumbuhan perdagangan, dan revitalisasi sektor pariwisata. Tantangan di sektor transportasi udara perlu menjadi perhatian untuk pengembangan lebih lanjut.

[Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan rilis resmi statistik BPS Provinsi Jawa Barat pada 5 Januari 2026.]

Baca lebih lanjut mengenai data statistik Jawa Barat di situs resmi BPS Jawa Barat