Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jangan Langsung Flush! Kenali Skala Bristol Stool untuk Cek Kesehatan Usus

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Guru Besar FMIPA UI Prof Wellyzar Sjamsuridzal menjelaskan cara memantau kesehatan usus melalui pengamatan bentuk feses dengan Skala Bristol Stool, beserta penjelasan setiap kategori feses.

Jangan Langsung Flush! Kenali Skala Bristol Stool untuk Cek Kesehatan Usus

Pada acara peluncuran varian rasa terbaru Yakult di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026), Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D., menyampaikan wawasan penting tentang cara sederhana memantau kesehatan usus: dengan memperhatikan bentuk dan konsistensi feses. Banyak orang tidak menyadari bahwa limbah pencernaan ini dapat memberikan gambaran jelas tentang fungsi usus, tingkat hidrasi tubuh, dan bahkan kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Mengapa Kita Harus Memerhatikan Feses?

Prof Wellyzar menjelaskan bahwa pengamatan feses adalah alat diagnostik non-invasif yang mudah diakses oleh siapa saja, tanpa perlu peralatan mahal atau kunjungan ke klinik.

"Untuk bisa mengetahui bagaimana fungsi usus kita, kemudian hidrasi, juga untuk mengetahui apakah apa yang kita konsumsi itu sudah baik, dan kondisi klinis lain. Kita bisa melihat, dari feses yang dihasilkan," ujarnya dalam konferensi pers tersebut.

Skala Bristol Stool: Klasifikasi Bentuk Feses

Salah satu alat standar yang digunakan tenaga medis untuk menilai kondisi feses adalah Bristol Stool Scale (BSS). Skala visual ini mengklasifikasikan bentuk feses menjadi tujuh kategori, mulai dari yang paling keras hingga paling cair. Berikut adalah penjelasan setiap kategori:

Ilustrasi: Skala Bristol Stool Scale (Sumber: Shutterstock)

Manfaat Memahami Skala Bristol Stool

Prof Wellyzar menekankan bahwa memerhatikan perubahan pola buang air besar dan bentuk feses adalah langkah awal yang sederhana untuk memantau kesehatan pencernaan. Dengan mengenali kategori feses, seseorang dapat mengenali tanda-tanda gangguan pencernaan sejak dini sebelum muncul gejala yang lebih parah, seperti konstipasi kronis atau diare berulang.

"Jadi, dari sini kita bisa melihat gambaran fungsi usus dan juga kondisi klinis dalam tubuh pasien. Kondisi kesehatan usus kita bisa dilihat dari situ," tutup Prof Wellyzar.

Sebagai catatan praktis, bagi yang ingin memeriksa bentuk feses, disarankan untuk tidak langsung membuang feses ke saluran pembuangan setelah buang air besar, sehingga dapat diamati dengan jelas sebelum melakukan flush.