Jamaah Haji Asal Garut Sehat, Siap Pulang ke Indonesia Juni 2026
Kepala Kantor Kemenhaj Garut mengkonfirmasi seluruh 174 jamaah haji asal Garut dalam kondisi sehat usai ibadah haji, siap pulang ke Indonesia pada 17 Juni 2026 via Bandara Kertajati

Para jamaah haji asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinyatakan dalam keadaan sehat usai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2026. Kelompok jamaah ini saat ini menunggu jadwal pulang ke Tanah Air, dengan rencana tiba di Indonesia pada 17 Juni 2026.
Kondisi Kesehatan dan Proses Ibadah
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, mengkonfirmasi bahwa seluruh jamaah haji asal wilayahnya dalam kondisi baik setelah menyelesaikan ibadah pasca Armuzna. Menurutnya, jamaah haji Garut hanya terdiri dari satu gelombang dengan total 174 orang, termasuk 5 orang petugas pendamping haji yang masuk dalam Kelompok Terbang 22 Embarkasi Kertajati.
"Alhamdulillah setelah melaksanakan haji pasca Armuzna jamaah haji asal Garut alhamdulillah sehat, dan hari ini masih di Makkah, dan tanggal 8 Juni jamaah akan diberangkatkan ke Madinah," ujar Indra pada Sabtu.
Proses pemberangkatan jamaah haji Garut berjalan lancar dari awal, dengan keberangkatan pertama dari Garut pada 7 Mei 2026, dilanjutkan dengan penerbangan menuju Tanah Suci pada 8 Mei 2026. Selama masa pelaksanaan ibadah, tidak ada laporan tentang kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan khusus dari seluruh jamaah.
Rencana Pemulangan dan Penyiapan Penjemputan
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah, jamaah haji Garut akan dipulangkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka. Jadwal keberangkatan dari Tanah Suci dijadwalkan tepat pada 17 Juni 2026, dengan rencana tiba di Indonesia pada hari yang sama. Pemerintah daerah Garut telah menyiapkan lima bus untuk menjemput seluruh jamaah haji dari Embarkasi Kertajati. Rute penjemputan ini mencakup area sekitar Kabupaten Indramayu sebelum akhirnya mengantarkan jamaah ke rumah masing-masing di Garut.
Harapan dan Langkah Antisipasi
Indra juga menyampaikan harapannya agar tidak ada jamaah haji asal Garut yang mengalami hal tidak diinginkan selama musim haji tahun ini, terutama terkait kasus kematian. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, tim medis khusus telah disiapkan untuk menangani setiap jamaah yang membutuhkan perawatan kesehatan selama berada di Tanah Suci maupun selama perjalanan pulang.
"Mudah-mudahan seluruh haji sehat sampai pulang ke rumahnya masing-masing dan menyandang gelar haji mabrur mabruroh," tutup Indra.