Jalur Mudik Lebaran 2026 di Purwakarta: Banyak Lubang dan Risiko Kecelakaan
Kondisi jalur mudik Lebaran 2026 di Purwakarta, Jawa Barat masih banyak berlubang, bergelombang, dan minim PJU, menyebabkan kemacetan dan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Musim mudik Lebaran 2026 Idul Fitri 1447 Hijriah telah memasuki tahap awal, namun sudah muncul keluhan serius dari pengguna jalan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Berbagai jalur alternatif utama yang dilalui pemudik untuk menghindari kemacetan di jalur utama dilaporkan memiliki kondisi yang sangat buruk, dengan lubang-lubang menganga, permukaan jalan bergelombang, dan minimnya penerangan jalan umum.
Kerusakan Luas di Berbagai Jalur Alternatif
Jalur-jalur yang terkena dampak paling parah meliputi jalur tengah Sadang hingga Subang, serta jalur Utara yang dimulai dari Gerbang Tol Cikopo hingga Pertigaan Mutiara Kabupaten Karawang. Menurut pengamatan lapangan, lubang-lubang pada jalan-jalan ini memiliki ukuran yang bervariasi, dari lubang kecil yang sulit terlihat hingga lubang besar yang bisa menyebabkan kendaraan tergelincir atau ban pecah. Selain lubang, permukaan Jalan Arteri Sadang-Subang dan Cikopo-Jalan Mutiara juga mengalami kerusakan serius, dengan gelombang dan retakan yang membuat pengendara harus mengurangi kecepatan secara drastis untuk menghindari risiko kecelakaan. Tak hanya itu, penerangan jalan umum (PJU) di beberapa segmen jalur ini juga tidak berfungsi dengan baik, bahkan ada sebagian yang tidak menyala sama sekali. Hal ini menambah risiko kecelakaan terutama pada malam hari, ketika sebagian besar arus mudik masih berlangsung.
Keluhan dari Pengemudi dan Warga Lokal
Banyak pengemudi kendaraan dan warga lokal yang rutin melintasi jalur-jalur tersebut mengeluhkan kondisi jalan yang tidak memuaskan. Salah satu pengemudi ojek online yang memiliki pangkalan di area Cikopo, Rian, menyatakan bahwa ia sering melihat kejadian kecelakaan kecil akibat lubang pada jalan tersebut. 'Dari Gerbang Tol Cikopo hingga Pertigaan Mutiara, saya lihat banyak pengendara motor terjatuh karena tidak menyadari ada lubang. Apalagi saat malam hari, karena lampu jalan tidak cukup terang, jadi sangat berbahaya,' ujar Rian. Sementara itu, Rosad, seorang warga lokal yang telah tinggal di area tersebut selama lebih dari 10 tahun, menyampaikan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung sejak akhir tahun 2025. Meskipun pihak terkait sempat melakukan perbaikan sementara dengan menambal lubang-lubang tersebut, kondisi jalan kembali rusak dalam waktu singkat. 'Jalan ini sering ditambal, tapi tidak bertahan lama. Apalagi saat musim hujan tiba, dan banyak truk besar melintas untuk keperluan logistik. Dampaknya tidak hanya menyebabkan kemacetan parah, tapi juga rawan kecelakaan bagi semua pengguna jalan. Saya sudah melihat beberapa mobil yang ban nya pecah karena melewati lubang besar,' ungkap Rosad.
Tindakan Kepolisian dan Pemerintah Daerah
Kanit Turjawali Polres Purwakarta, Ipda Heri Susanto, mengkonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah untuk menindaklanjuti masalah kerusakan jalan ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada dinas terkait pemerintah daerah, agar segera melakukan perbaikan permanen pada jalur-jalur yang rusak sebelum arus mudik mencapai puncaknya. 'Kami sudah berkirim surat kepada dinas terkait agar segera melakukan penanganan, agar saat perjalanan arus mudik, para pengguna jalan dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman,' kata Ipda Heri Susanto pada Kamis (5/2). Ia juga mengimbau kepada semua pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintasi jalur-jalur tersebut, dan untuk melaporkan setiap kerusakan jalan kepada pihak berwenang jika menemukan.
Dampak bagi Arus Mudik 2026
Kerusakan jalan yang parah ini diharapkan dapat mempengaruhi arus mudik tahun ini, karena banyak pemudik yang memilih jalur alternatif ini untuk menghindari kemacetan di jalur tol utama. Selain menyebabkan kemacetan parah, kerusakan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan, yang bisa menyebabkan keterlambatan dan bahkan korban jiwa. Para ahli lalu lintas juga menyarankan agar pemudik mencari rute alternatif lain jika memungkinkan, dan untuk memeriksa kondisi kendaraan mereka sebelum memulai perjalanan, untuk menghindari risiko kecelakaan.