Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jalan 3 Km Rusak di Ciasem Subang Ancam 5.000 Warga 2 Desa

KBB · Oleh · · Diperbarui 21 Agustus 2026

Jalan tanah merah sepanjang 3 km di Ciasem Subang rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan, mengancam keselamatan 5.000 warga dan mengganggu distribusi hasil pertanian.

Jalan 3 Km Rusak di Ciasem Subang Ancam 5.000 Warga 2 Desa

Warga di dua desa di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menghadapi situasi yang sangat memprihatinkan. Selama bertahun-tahun, mereka harus bertahan dengan akses jalan desa yang kondisinya rusak parah.

Kondisi Jalan yang Memprihatinkan

Jalan tanah merah sepanjang hampir 3 kilometer menghubungkan dua dusun di wilayah ini—Dusun Kaliaren, Desa Sukamandi Jaya, dan Tanjung Asem. Kondisinya sangat buruk, terutama saat musim hujan tiba, di mana jalan berubah menjadi licin dan berlumpur.

Baca Juga: 29 Kelas SMPN 2 Ngamprah Rusak, Ratusan Siswa Bandung Barat Masih Belajar di Ruang Tidak Layak

"Masyarakat ingin mendapatkan hak-haknya untuk mendapatkan akses jalan yang baik guna memberikan kenyamanan dan keselamatan saat melakukan aktivitas menggunakan kendaraan."

Pernyataan tersebut disampaikan Carmitop, Kepala Dorf Sukamandi Jaya, pada Medio 2026. Ia menekankan bahwa warga selama ini hidup dalam ketakutan setiap kali harus melintas di jalan yang tidak layak tersebut.

Ribuan Jiwa Terdampak Langsung

Dampak dari kondisi jalan yang rusak ini sangat luas. Sekitar 5.000 jiwa di dua dusun merasakan langsung betapa parahnya situasi ini:

Baca Juga: Pemkab Bandung Perbaiki Jalan 3 Km di Perbatasan Bandung-Bandung Barat Sebelum Akhir 2026

Angka ini menunjukkan betapa urgennya penanganan infrastruktur jalan di wilayah ini.

Gangguan Ekonomi dan Distribusi Hasil Bumi

Wilayah Ciasem dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Subang. Namun, kondisi jalan yang rusak ini mengganggu jalur distribusi hasil pertanian warga.

Akibatnya:

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat di tingkat grassroots.

Risiko Keselamatan yang Mengancam

Bukan hanya soal ekonomi, keselamatan warga juga terancam. Beberapa warga mengalami kecelakaan saat melintas di jalan yang licin dan berlumpur tersebut.

Kondisi ini sangat berisiko terutama bagi:

Upaya Swadaya yang Belum Memadai

Selama ini, upaya perbaikan jalan hanya bergantung pada inisiatif swadaya masyarakat. Tokoh-tokoh masyarakat setempat menggerakkan warga untuk melakukan penanganan sementara, seperti menimbun jalan dengan material seadanya.

Namun, upaya ini jelas tidak memadai untuk memperbaiki jalan sepanjang hampir 3 kilometer. Tanpa dukungan resources dan fasilitas dari pemerintah, swadaya masyarakat hanya mampu menjadi solusi sementara.

Kegagalan Aspirasi Warga

Selama bertahun-tahun, warga telah berulang kali menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah. Berbagai usulan perbaikan telah diajukan melalui jalur formal, namun hingga kini belum mendapatkan respons yang memadai.

Kegagalan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat di tingkat grassroots dengan respons pemerintah daerah.

Harapan Warga terhadap Pemerintah

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan melakukan:

Mereka menekankan bahwa akses jalan yang layak adalah kebutuhan mendasar, bukan sekadar permintaan mewah.

Urgensi Perbaikan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Perbaikan infrastruktur jalan di dua dusun Ciasem bukan sekadar proyek pembangunan biasa. Ini adalah investasi untuk menjaga keberlangsungan ekonomi pertanian dan keselamatan ribuan warga.

Pemerintah daerah perlu segera merespons aspirasi warga yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini. Keterlambatan penanganan hanya akan memperparah kondisi dan semakin meningkatkan beban masyarakat.

Ke depan, diharapkan pemerintah dapat memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar di wilayah-wilayah pedesaan yang selama ini terabaikan, demi tercapainya pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Kabupaten Subang.