Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jadi Offtaker dan Infrastruktur Pemerintah, Begini Fungsi Sebenarnya Kopdes Merah Putih

Jabar · Oleh · · Diperbarui 25 Agustus 2026

Zulhas Kopdes Merah Putih

Jadi Offtaker dan Infrastruktur Pemerintah, Begini Fungsi Sebenarnya Kopdes Merah Putih

Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket, Ini Fungsi Sebenarnya

Kementerian Koordinator Bidang Pangan meluruskan pemahaman publik tentang sosok dan fungsi sebenarnya. Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) yang kini gencar dibentuk di seluruh pelosok Indonesia, sering disalahpahami sebagai sekadar supermarket desa.

Zulkifli Hasan menegaskan, Kopdes memiliki peran strategis yang jauh melampaui fungsi komersial ritel pada umumnya.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar


Fungsi Ganda Kopdes Merah Putih untuk Desa

Zulkifli Hasan yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Pembentukan Kopdes menjelaskan bahwa terdapat dua fungsi utama yang diemban oleh Kopdes.

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

"Kopdes itu yang salah paham banyak, dianggap seperti supermarket," tegas Zulhas dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Fungsi-fungsi tersebut dirancang untuk menjadi jembatan entre harga bagi petani dan alat distribusi kebijakan pemerintah hingga ke tingkat grassroots.

1. Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Bantuan

Fungsi pertama Kopdes adalah menjadi infrastruktur resmi pemerintah dalam mendistribusikan berbagai bentuk bantuan sosial dan program subsidi.

Zulhas menjelaskan bahwa bansos, bantuan langsung tunai, serta barang-barang bersubsidi akan menyalurkan melalui jaringan Kopdes yang tersedia di setiap desa. Dengan demikian, pendistribusian bisa lebih akuntabel, transparan, dan berkelanjutan karena terpantau secara sistematis.

2. Offtaker atau Penyerap Hasil Panen Petani

Fungsi kedua yang tak kalah krusial adalah peran Kopdes sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat.

Mekanismenya dirancang untuk melindungi petani dari fluktuasi harga pasar yang sering kali merugikan. Ketika harga gabah atau jagung jatuh di bawah standar yang ditetapkan pemerintah, Kopdes berhak melakukan take over atau membeli hasil panen dengan harga yang wajar.

"Kalau harga gabahnya di bawah standar yang kita tentukan, maka koperasi bisa take over, beli gabah, jagung, dan lain-lain," jelas Zulhas.


Mengapa Kopdes Bukan Supermarket?

Perbedaan fundamental terletak pada orientasi dan tujuan pendiriannya. Supermarket bertujuan mendapatkan keuntungan maksimal dari selisih harga jual dan beli. Sebaliknya, Kopdes dibangun dengan orientasi sosial-ekonomi untuk mensejahterakan anggotanya.

Beberapa perbedaan mendasar:


Dampak bagi Petani dan Masyarakat Desa

Keberadaan Kopdes diharapkan membawa perubahan signifikan bagi perekonomian pedesaan. Petani tidak lagi menghadapi kerentanan akibat ketidakstabilan harga pasar. Mereka kini memiliki jaminan tempat penjualan yang fair dan transparan.

Di sisi lain, masyarakat desa mendapatkan akses lebih mudah terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Tidak ada lagi temuan bansos yang tidak sampai ke tangan sasaran atau distribusi yang tidak merata.

Kopdes hadir bukan untuk menggantikan pasar atau supermarket, melainkan menjadi infrastruktur ekonomi kerakyatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat grassroot.


Langkah Strategis Pengembangan Kopdes

Pemerintah melalui satgas khusus terus mempercepat pembentukan Kopdes di berbagai wilayah Indonesia. target utamanya adalah memastikan setiap desa memiliki unit ekonomi kerakyatan yang mampu:

Dengan demikian, Kopdes bukan sekadar toko atau minimarket desa, melainkan instrument kebijakan publik yang dirancang untuk penguatan ekonomi pedesaan secara menyeluruh.