Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jadi Langganan Banjir, Warga Kampung Lio Harapkan Solusi Terbaik dari Pemkot Depok

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Banjir langganan kembali mengguyur Kampung Lio Depok saat musim hujan intens, mengganggu aktivitas warga, sekolah, dan UMKM. Warga menanti solusi konkret dari Pemkot Depok melalui Program Kotaku yang belum terealisasi.

Jadi Langganan Banjir, Warga Kampung Lio Harapkan Solusi Terbaik dari Pemkot Depok

Kampung Lio Depok: Banjir Langganan Bertahun-Tahun, Warga dan Sekolah Menanti Solusi dari Pemkot

Latar Belakang Banjir Terkini di Kampung Lio

Curah hujan intens yang mengguyur Kota Depok dan wilayah Jabodetabek pada akhir Januari 2026 kembali menimbulkan banjir langganan di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas. Area ini khususnya di RT 04, 05, dan 06 RW 013 telah menjadi langganan banjir selama bertahun-tahun, setiap kali musim hujan tiba dengan intensitas tinggi.

Banjir kali ini tidak hanya menggenangi jalan raya Setu Rawa Besar, tetapi juga merusak aktivitas sehari-hari warga. Rumah warga, SDN Panmas 1, RA Annur, mushola, serta pedagang UMKM di pinggiran Setu Rawa Besar terpaksa menghentikan atau mengubah aktivitas mereka akibat genangan air yang kadang bisa bertahan berhari-hari.

Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Warga dan Pendidikan

Kepala Sekolah RA Annur, Mulyani, menuturkan bahwa akses gang menuju sekolah masih tergenang air meskipun aktivitas belajar tetap berjalan. Para siswa harus memutar jalan jauh untuk menghindari genangan, hal ini tidak menyurutkan semangat belajar mereka tetapi menambah beban perjalanan.

"Pembelajaran harus berjalan terus meski akses jalan digenangi banjir. Pengajian sore dan malam pun berjalan seperti biasa. Tapi tahun ini, air banjir pertama kali masuk ke rumah warga, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya," ujar Mulyani.

Selain itu, banjir juga menimbulkan dampak jangka panjang seperti gangguan kesehatan akibat genangan air yang mengandung kotoran, serta kerusakan struktural pada rumah warga yang sering terendam air. Warga juga harus menghadapi kecemasan setiap kali hujan turun deras, karena mereka harus buru-buru memindahkan barang-barang rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam.

Harapan Warga Terhadap Pemerintah Kota Depok

Marwajie, perwakilan kepemudaan di Kampung Lio RW 013, mengungkapkan bahwa warga telah menunggu solusi dari Pemkot Depok selama bertahun-tahun. Ia menyebutkan adanya Program Kotaku yang seharusnya membantu mengatasi masalah banjir di wilayah ini, tetapi hingga saat ini program tersebut belum terealisasi.

"Kami berharap Pemkot Depok bisa turun langsung ke lokasi, bukan hanya duduk di kantor. Kampung kami telah menjadi langganan banjir selama bertahun-tahun, dan kami butuh solusi yang konkret," ungkap Marwajie.

Warga lain di RT 05/013 juga mengungkapkan kecemasannya setiap kali hujan turun. "Setiap kali hujan deras, saya langsung buru-buru memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Saya tidak tahu sampai kapan kami harus hidup dengan ketakutan ini," katanya.

Analisis Mengapa Kampung Lio Tetap Jadi Langganan Banjir

Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan Kampung Lio tetap menjadi langganan banjir adalah:

Langkah Yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Masalah

Untuk mengatasi banjir langganan di Kampung Lio, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

Penutup

Banjir langganan di Kampung Lio Depok bukan hanya masalah sementara, tetapi juga masalah jangka panjang yang membutuhkan perhatian dan solusi konkret dari pemerintah. Warga dan sekolah telah menunggu solusi selama bertahun-tahun, dan saat ini adalah waktu yang tepat bagi Pemkot Depok untuk bertindak dan mengakhiri penderitaan warga Kampung Lio.