Ja~di Ekspansi: Kopi Ritel Praktis di Lebih dari 500 Gerai Alfamidi
Brand kopi ritel Ja~di telah memperluas jaringan ke lebih dari 500 gerai Alfamidi dalam 1,5 tahun, menawarkan kopi arabika berkualitas praktis dengan harga terjangkau bagi konsumen urban

Bandung menjadi titik awal peluncuran konsep Ja~di, namun kini brand kopi ritel praktis ini telah menyebar ke seluruh Indonesia. Dalam waktu sekitar satu setengah tahun, Ja~di telah hadir di lebih dari 500 gerai Alfamidi, menjawab tren konsumsi kopi siap saji yang terus tumbuh seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Tren Kopi Ritel yang Semakin Marak
Tren konsumsi kopi siap saji di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan positif selama beberapa tahun terakhir. Perubahan gaya hidup yang mengutamakan kepraktisan menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan pasar kopi ritel modern. Bukan hanya sekadar minuman hangat di pagi hari, kopi kini telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak masyarakat, terutama kalangan urban dengan mobilitas tinggi.
General Manager Marketing PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi), Rini Hestrinalia, menuturkan bahwa perubahan perilaku konsumen menjadi alasan utama pengembangan konsep kopi ritel ini. Dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu, 16 Mei 2026, ia mengatakan:
"Kami melihat kebiasaan menikmati kopi sudah menjadi bagian dari keseharian banyak pelanggan. Karena itu, melalui Ja~di, Alfamidi ingin menghadirkan pilihan kopi yang berkualitas, praktis, dan tetap terjangkau."
Ia menambahkan bahwa konsumen kini semakin mencari pengalaman berbelanja yang efisien, sehingga kehadiran layanan kopi di dalam gerai retail dinilai mampu melengkapi kebutuhan pelanggan yang ingin menikmati kopi tanpa harus mengunjungi coffee shop secara khusus.
Konsep Ja~di: Kopi Praktis di Tengah Keseharian
Berbeda dari konsep coffee shop konvensional yang biasanya berdiri sendiri, Ja~di mengusung layanan kopi praktis di dalam gerai Alfamidi. Hal ini memungkinkan konsumen untuk membeli minuman kopi bersamaan dengan kebutuhan rumah tangga lainnya, tanpa perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengunjungi kedai kopi.
Salah satu pelanggan Ja~di, Dyo (34 tahun), mengaku mulai mencoba produk ini karena lokasinya mudah ditemukan saat berbelanja kebutuhan harian di Alfamidi dekat rumahnya. Ia berkata:
"Awalnya coba karena sekalian belanja. Ternyata rasanya enak, harganya juga masih terjangkau, dan praktis. Jadi kalau butuh kopi cepat tidak perlu khusus pergi ke coffee shop."
Kemudahan akses ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kopi ritel semakin diminati di kalangan masyarakat urban. Kehadiran gerai kopi di dalam jaringan retail modern dianggap mampu menjawab kebutuhan konsumen yang tidak memiliki banyak waktu luang untuk berkunjung ke coffee shop tradisional.
Kualitas Produk dan Inovasi Menu Ja~di
Selain mengedepankan kemudahan akses, Ja~di juga berkomitmen untuk menjaga kualitas produknya. Brand ini menggunakan 100 persen biji kopi arabika untuk setiap minuman kopi yang dijual, sehingga memberikan rasa yang konsisten dan berkualitas bagi pelanggan.
Untuk mempertahankan daya saing di tengah industri kopi yang semakin kompetitif, Ja~di juga menerapkan strategi promo rutin. Selain itu, brand ini aktif menghadirkan inovasi menu untuk mengikuti perkembangan tren pasar kopi. Salah satu inovasi terbaru adalah kolaborasi dengan Nestlé, yang menghasilkan Creamy & Glowy Coffee Series.
Seri menu ini mencakup dua varian seasonal, yaitu Ice Collagen Latte dan Ice Dolce Latte. Kedua menu ini tersedia secara terbatas di sejumlah gerai Alfamidi hingga 31 Mei 2026. Inovasi ini dirancang untuk menjangkau preferensi konsumen yang semakin beragam, mulai dari penikmat kopi klasik hingga konsumen yang menyukai minuman creamy dengan sentuhan gaya hidup modern.
Potensi Pertumbuhan Pasar Kopi Ritel di Indonesia
Dengan dukungan jaringan retail yang luas dan konsep yang dekat dengan kebiasaan konsumen, pasar kopi ritel di Indonesia dinilai masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun mendatang. Perkembangan kopi ritel modern telah mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama bagi konsumen yang membutuhkan minuman praktis dengan harga terjangkau.
Selain itu, semakin banyak brand kopi yang memasuki pasar ritel modern, menunjukkan bahwa industri ini memiliki daya tarik yang tinggi bagi para pemain bisnis. Dengan terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen, brand seperti Ja~di berpotensi untuk terus memperluas jaringannya dan memperkuat posisinya di pasar kopi ritel Indonesia.