Jabar Siapkan 3 Opsi Antisipasi 78 Ribu Siswa Belum Terpetakan SPMB 2026
Jabar siapkan 3 opsi pendidikan alternatif untuk 78 ribu siswa yang belum terpetakan SPMB 2026,包括sekolah penyangga, SMA Terbuka, dan kerja sama 751 sekolah swasta.

Tiga Skema Pendidikan Alternatif Disiapkan untuk Siswa di Luar Jalur Reguler
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan seluruh anak usia sekolah di wilayahnya tetap bisa mengakses pendidikan, meskipun belum masuk dalam hasil pemetaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema alternatif untuk menjamin hak belajar setiap siswa.
"Bagi yang sudah terpetakan silakan lanjutkan untuk mengikuti tahap berikutnya. Bagi yang belum terpetakan tidak usah kecil hati," tegas Herman saat ditemui di Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (16/6/2026).
Skema Alternatif untuk Menjamin Akses Pendidikan
Bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri melalui jalur reguler, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat telah menyiapkan tiga opsi utama sebagai solusi strategis:
- Optimalisasi sekolah penyangga untuk menyerap animo calon peserta didik di wilayah yang memiliki keterbatasan sekolah negeri
- SMA Terbuka sebagai alternatif pendidikan menengah yang lebih fleksibel dan mudah diakses
- Kerja sama dengan sekolah swasta yang telah dijalin oleh pemerintah provinsi
Kolaborasi dengan 751 Sekolah Swasta
Disdik Jawa Barat telah mengambil langkah proaktif dengan menggandeng sekitar 751 sekolah swasta di seluruh wilayah provinsi. Kolaborasi ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 78 ribu siswa yang tidak terserap di sekolah negeri berdasarkan hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa kerja sama dengan sektor swasta merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam memastikan pemerataan akses pendidikan.
"Kami ingin tetap memberikan pelayanan terbaik agar seluruh anak di Jawa Barat bisa mengakses pendidikan," tegas Purwanto.
Implikasi bagi Orang Tua dan Calon Peserta Didik
Dengan adanya skema-skema tersebut, orang tua dan calon peserta didik di Jawa Barat tidak perlu merasa khawatir apabila belum masuk dalam hasil pemetaan SPMB 2026. Pemerintah provincial memastikan bahwa setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait mekanisme teknis pelaksanaan program-program alternatif tersebut.
Target Pemerataan Akses Pendidikan
Pemprov Jawa Barat optimistis target wajib belajar 12 tahun dan pemerataan akses pendidikan di wilayahnya dapat tercapai, meskipun terdapat tantangan dalam keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Ke depan, sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan swasta, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata bagi seluruh warga Jawa Barat.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran melalui skema alternatif, dapat menghubungi langsung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan panduan yang akurat dan terbaru.