Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Irjen Pipit Rismanto Buka Suara Soal Penundaan Sertijabkapolda Kalbar dan Jawa Barat

Jabar · Oleh · · Diperbarui 15 Agustus 2026

Irjen Pipit Rismanto tegaskan penundaan sertijab kapolda Kalbar dan Jawa Barat bukan karena kasus hukum, melainkan proses rotasi dan mutasi internal Polri yang saling berkaitan dan membutuhkan koordinasi menyeluruh.

Irjen Pipit Rismanto Buka Suara Soal Penundaan Sertijabkapolda Kalbar dan Jawa Barat

Mutasi Pejabat Tinggi Polri Jadi Penyebab Utama Penundaan

Pontianak — Isu yang mengaitkan keterlambatan serah terima jabatan (sertijab) Kemendagri Kalimantan Barat dengan berbagai spekulasi akhirnya terjawab. Irving Pol Pipit Rismanto menegaskan penundaan tersebut murni karena proses rotasi dan mutasi pejabat tinggi Polri yang saling berkaitan, bukan karena faktor lain.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Pipit Rismanto seusai menghadiri syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura, Pontianak, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Baca Juga: Pemuda Karawang Diminta Bangun Solidaritas Lewat Aksi Nyata di Lingkungan Terdekat

Rumor Tidak Perlu Dikonfirmasi

Mengenai berbagai rumor yang beredar di kalangan masyarakat, Pipit memilih untuk tidak memberikan klarifikasi lebih lanjut. Baginya, menanggapi isu-isu tersebut justru akan memberikan ruang untuk penyalahgunaan informasi.

"Rumor-rumor begitu tidak perlu saya klarifikasi. Buat apa menjawab hoaks dan fitnah? Nanti justru dibelok-belokkan lagi. Biarkan saja," tutur Pipit dengan tenang.

Mekanisme Rotasi Polri yang Kompleks

Pipit menjelaskan bahwa pergantian jabatan di jajaran pimpinan Polri tidak bisa dilakukan secara terpisah. Satu pergeseran posisi akan memengaruhi ketersediaan calon di jabatan sebelumnya maupun sesudahnya.

Baca Juga: Ribuan Warga Karawang Lari 10K dan Gowes Peringati Kemerdekaan RI ke-81

"Keterlambatan itu hal biasa. Harus pas semua. Misalnya calon pengganti saya masih menunggu jabatan lamanya diisi, atau ada yang butuh keputusan promosi terlebih dahulu. Belum lagi beberapa jabatan memerlukan keputusan langsung dari Presiden, tentu butuh waktu."

Hal ini menunjukkan bahwa proses mutasi internal Polri membutuhkan koordinasi yang matang antarberbagai tingkat kepemimpinan.

Klarifikasi Terhadap Tuduhan Tidak Berdasar

Mantan kapolda Kalimantan Barat itu merespons santai terhadap berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia justru menyikapi hal tersebut dengan bijaksana.

"Mungkin karena saking terkenalnya saya di Kalbar, jadi enak saja dijadikan sasaran. Alhamdulillah dikenal baik, malah dibantu makin dikenal luas," ucap Pipit dengan senyum.

Ia menegaskan bahwa dirinya masih memegang amanah penuh sebagai pimpinan di Kalimantan Barat dan seluruh jajaran tetap menjaga integritas institusi.

"Kalau benar ada masalah, pasti sudah tidak di posisi ini. Kami berkomitmen menjaga nama baik institusi dan melayani sebaik mungkin."

Surat Telegram Resmi dan Agenda Promosi

Berdasarkan Surat Telegram Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026, memang terdapat rencana rotasi besar di tubuh Polri. Dalam telegram tersebut, Pipit Rismanto akan dipromosikan menjadi kapolda Jawa Barat.

Posisi yang ia tinggalkan di Kalimantan Barat akan digantikan oleh Irving Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Utama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pisah Sambut Segera Dilakukan

Pipit memastikan bahwa upacara pisah sambut akan diselenggarakan dalam waktu dekat, begitu seluruh proses administrasi dan rangkaian mutasi selesai.

"Kemarin tertunda karena ada agenda lain seperti AVC, sekarang tinggal menunggu kesiapan seluruh pihak."

Harapan untuk Masyarakat Kalimantan Barat

Menutup masa tugas sekitar tiga tahun tiga bulan di Kalimantan Barat, Pipit menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap masyarakat setempat. Ia mengaku sangat betah dengan keragaman masyarakat yang ada.

"Di sini perbedaan justru menyatukan. Segala masalah mudah diselesaikan lewat komunikasi yang baik."

Pipit berharap masyarakat tetap mendukung kepemimpinan baru yang akan datang sebagai bentuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kalimantan Barat.