Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pakar Sebut Gejala Serangan Jantung di Usia Produktif Sering Samar dan Terlewatkan

Jabar · Oleh ·

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa gejala serangan jantung pada usia produktif 30-40 tahun sering samar dan terlewatkan, meliputi kelelahan ekstrem, nyeri dada yang datang pergi, sesak napas, nyeri menjalar, mual, keringat dingin, hingga pusing.

Pakar Sebut Gejala Serangan Jantung di Usia Produktif Sering Samar dan Terlewatkan

Penyakit kardiovaskular kini tidak lagi menjadi ancaman eksklusif bagi kelompok lanjut usia. Pakar kesehatan menegaskan bahwa individu berusia 30 hingga 40-an juga berisiko tinggi mengalami serangan jantung, terutama ketika memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, atau kolesterol tinggi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan usia penderita yang cenderung menurun dalam satu dekade terakhir. Perubahan pola hidup, kurangnya aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan menjadi kontributor utama naiknya angka serangan jantung di kalangan usia produktif.

Kelelahan Ekstrem Tanpa Penyebab Jelas

Dr Ajeet Bana dari EHCC Hospital Jaipur, India, menjelaskan bahwa tubuh yang mendadak lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat bisa menjadi tanda awal gangguan jantung. Seseorang yang sebelumnya mampu menaiki tangga tanpa masalah kini membutuhkan waktu istirahat lebih lama setelah sekadar berjalan kaki.

Baca Juga: Garut Alokasikan Rp2 Miliar untuk Tata Kawasan Jalan Pasar Baru Mirip Malioboro Yogyakarta

Kelelahan semacam ini berbeda dengan rasa capek biasa. Ketika stamina menurun secara drastis dan mengganggu aktivitas sehari-hari, disertai gejala lain seperti sesak napas atau rasa tidak nyaman di dada, hal itu memerlukan perhatian medis.

Sensasi Dada yang Sering Disepelekan

Rasa tidak nyaman di dada tidak selalu hadir sebagai nyeri hebat. Sebagian penderita menggambarkan sensasi tekanan, beban berat, dada terasa diremas, atau rasa panas mirip heartburn. Keluhan ini kerap muncul saat beraktivitas, mereda saat istirahat, lalu muncul kembali.

Baca Juga: Zaenal Abidin值不值: Bekasi sebagai kawasan industri harus mengutamakan nilai kemanusiaan di tengah pesatnya pembangunan

Karakteristik datang dan pergi itulah yang membuat banyak orang mengabaikannya. Mereka menganggapnya sebagai maag atau masuk angin biasa. Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi serangan jantung mendadak.

Sesak Napas Saat Aktivitas Ringan

Menaiki tangga atau berjalan cepat yang biasanya mudah dilakukan tiba-tiba menjadi terasa berat. Sesak napas yang muncul tanpa aktivitas fisik berat wajar mendapat perhatian, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai pusing, kelelahan ekstrem, serta rasa tidak nyaman di dada.

Nyeri Menjalar ke Luar Dada

Serangan jantung tidak selalu terpusat di area dada. Rasa nyeri atau tekanan bisa menjalar ke lengan salah satu atau kedua tangan, bahu, punggung atas, leher, hingga rahang. Karena menyerupai nyeri otot, kondisi ini sering tidak dikaitkan dengan gangguan jantung.

Dr Ajeet Bana mengingatkan bahwa nyeri menjalar bersamaan dengan tekanan di dada, sesak napas, atau keringat dingin memerlukan penanganan medis segera.

Gejala Pencernaan yang Menyerupai Maag

Mual, muntah, dan rasa begah di perut bagian atas sering dikira sebagai gangguan pencernaan atau asam lambung. Namun, ketiga gejala tersebut juga bisa menyertai serangan jantung, terutama ketika muncul bersamaan dengan sesak napas, keringat dingin, atau rasa berat di dada.

Keringat Dingin dan Pusing Mendadak

Keringat dingin yang keluar tanpa aktivitas fisik berat menjadi sinyal serius jika disertai mual, tubuh lemas, atau dada terasa berat. Sementara itu, pusing berulang saat beraktivitas, lemas mendadak, hingga kehilangan kesadaran atau syncope tidak boleh diabaikan.

Kondisi pingsan yang terjadi bersamaan dengan detak jantung tidak teratur bisa mengindikasikan gangguan pada sistem kardiovaskular. Segera cari pertolongan medis jika gejala tersebut muncul secara tiba-tiba, terlebih disertai nyeri dada atau sesak napas.

Pemeriksaan Rutin Jangan Diabaikan

Dr Ajeet Bana menekankan agar masyarakat tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan berkala meskipun terlihat sehat dan berusia muda. Langkah ini penting untuk mendeteksi faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi sebelum berkembang menjadi masalah lebih serius.

"Tanyakan pada diri sendiri: Apakah gejala ini baru, tidak biasa, atau berbeda dari yang biasanya saya rasakan? Deteksi dini dan penanganan medis yang cepat dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati," tegas Dr Ajeet Bana.

Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis darurat ketika mengalami nyeri atau tekanan di dada yang disertai sesak napas, keringat dingin, atau pingsan. Menunggu gejala mereda sendiri bisa berakibat fatal.