Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Investasi Industri Cirebon, Jawa Barat: Moderat dan Butuh Akselerasi

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Investasi industri di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat meningkat lima tahun terakhir, namun laju pertumbuhannya moderat dan butuh akselerasi untuk diversifikasi industri lokal.

Investasi Industri Cirebon, Jawa Barat: Moderat dan Butuh Akselerasi

Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah melihat tren peningkatan investasi industri selama lima tahun terakhir, namun laju pertumbuhannya masih tergolong moderat dan belum mampu mendorong perubahan signifikan dalam struktur industri lokal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon mengungkapkan total nilai investasi industri naik dari Rp543,9 miliar pada 2021 menjadi Rp607,9 miliar pada 2025, dengan peningkatan yang konsisten setiap tahun.

Tren Investasi Industri Lima Tahun Terakhir

Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Januarto Wibowo, menjelaskan bahwa tren peningkatan investasi tersebut mencerminkan aktivitas industri yang terus berjalan, namun belum memasuki fase ekspansi besar. "Secara tren memang meningkat setiap tahun, tetapi kenaikannya masih bertahap. Ini menunjukkan aktivitas industri berjalan, namun belum pada fase ekspansi besar," ujar Januarto dalam wawancara Senin (27/4/2026).

Sektor Tradisional yang Tetap Menjadi Tulang Punggung

Sebagian besar investasi industri di Cirebon masih berfokus pada sektor tradisional, dengan industri meubel dan kerajinan rotan mendominasi. Nilai investasi sektor ini meningkat dari Rp338,3 miliar pada 2021 menjadi Rp359,0 miliar pada 2025, dan kontribusinya terhadap nilai produksi industri lokal sangat signifikan. Pada 2025, nilai produksi industri rotan mencapai lebih dari Rp2,5 triliun, menjadikannya komponen terbesar dalam industri daerah.

Menurut Deni, seorang praktisi industri lokal, sejumlah sektor tradisional lain seperti batu alam, emping melinjo, dan kerajinan kulit kerang tercatat stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Baik dari sisi investasi maupun tenaga kerja, sektor-sektor ini tidak menunjukkan pertumbuhan berarti, menandakan bahwa struktur industri Cirebon masih bertumpu pada komoditas lama dengan diversifikasi yang terbatas.

Sektor Baru yang Mulai Menunjukkan Dinamika

Di tengah dominasi sektor tradisional, beberapa sektor baru mulai menunjukkan pertumbuhan lebih cepat. Industri konveksi mencatat peningkatan investasi dari Rp49,1 miliar pada 2021 menjadi Rp71,6 miliar pada 2025, sementara sektor roti dan makanan ringan mengalami lonjakan signifikan baik dari sisi tenaga kerja maupun nilai produksi.

Jumlah tenaga kerja di sektor makanan ringan meningkat dari 12.266 orang pada 2021 menjadi 22.318 orang pada 2025, sedangkan nilai produksinya naik dari Rp414,8 miliar menjadi Rp667,6 miliar dalam periode yang sama. Januarto menambahkan bahwa perkembangan sektor makanan dan konveksi menjadi indikasi adanya dinamika baru dalam industri lokal, namun kontribusinya masih belum cukup besar untuk menggeser dominasi sektor tradisional.

"Memang ada sektor yang tumbuh lebih cepat, seperti makanan dan konveksi. Tapi secara keseluruhan, struktur industrinya masih relatif sama, belum berubah signifikan," ujar Januarto.

Pertumbuhan yang Tidak Merata

Selain investasi, indikator lain juga menunjukkan tren peningkatan secara umum. Jumlah tenaga kerja industri di Cirebon naik dari 110.895 orang pada 2021 menjadi 128.444 orang pada 2025, sedangkan nilai produksi industri turut meningkat dari Rp3,49 triliun menjadi Rp3,95 triliun dalam periode yang sama.

Namun, pertumbuhan ini tidak merata di semua sektor. Kenaikan investasi masih terkonsentrasi pada beberapa komoditas tertentu, sehingga dampaknya terhadap produktivitas industri secara agregat masih terbatas. Januarto menjelaskan bahwa ketidakmerataan ini menjadi salah satu faktor utama mengapa pertumbuhan industri di Cirebon belum mencapai potensi penuh.

"Kalau kita lihat, kenaikan investasi ini belum merata di semua sektor. Jadi dampaknya terhadap pertumbuhan industri secara agregat juga masih terbatas," ujar Januarto.

Tantangan dan Arah Masa Depan

BPS menilai bahwa sektor industri di Kabupaten Cirebon saat ini masih berada pada fase konsolidasi. Untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan perubahan struktur industri, diperlukan peningkatan investasi yang lebih besar serta penguatan sektor-sektor baru yang memiliki potensi berkembang lebih cepat.

Januarto menekankan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana investasi tidak hanya meningkat, tetapi juga mampu mendorong diversifikasi industri dan peningkatan nilai tambah produk lokal. "Ke depan, tantangannya bagaimana investasi tidak hanya meningkat, tetapi juga mampu mendorong diversifikasi dan peningkatan nilai tambah industri," kata Januarto.

Meskipun pertumbuhan investasi industri di Cirebon telah terjadi selama lima tahun terakhir, kebutuhan untuk akselerasi dan diversifikasi masih menjadi prioritas utama untuk mengubah struktur industri lokal dan meningkatkan daya saing di tingkat regional.