Inovasi Pakan Fermentasi IPB: Solusi Pakan Ternak Murah dan Berkualitas untuk Peternak di Garut
Riset IPB University menghasilkan pakan fermentasi dari limbah pertanian yang memangkas biaya pakan hingga 80 persen dan meningkatkan kualitas nutrisi domba di Garut.

Riset Akademisi Hadirkan Alternatif Pakan Berkelanjutan
Peternak di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, kini memiliki harapan baru dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak. Tim riset dari IPB University berhasil mengembangkan pakan hijauan fermentasi yang tidak hanya murah, tetapi juga berkualitas tinggi dan mudah diproduksi secara mandiri.
Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan utama yang dihadapi sektor peternakan selama ini, namely ketersediaan pakan hijauan berkualitas dengan harga terjangkau. Selama ini, peternak seringkali menghadapi keterbatasan akses terhadap pakan bergizi yang harganya terus melonjak.
Baca Juga: Kuningan Perintahkan Tindak Tegas ASN Terbukti Main Judi Online
Tiga Prinsip Utama Inovasi Pakan Fermentasi
Pakan fermentasi yang dikembangkan tim riset IPB University memiliki keunggulan signifikan dibandingkan pakan konvensional. Pendiri Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Yosep Purnama, menjelaskan bahwa inovasi ini mengedepankan tiga prinsip utama:
- Murah: Memanfaatkan bahan baku dari lingkungan sekitar
- Praktis: Mudah diproduksi dan digunakan oleh peternak
- Berkualitas: Mengandung nutrisi dan protein yang lengkap
"Dengan adanya inovasi ini, peternak tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan pakan karena bisa memanfaatkan bahan baku dari lingkungan sekitarnya yang dapat memangkas biaya produksi," kata Yosep Purnama.
Kandungan Nutrisi yang Lebih Unggul
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB, Luki Abdullah, mengungkapkan bahwa riset ini telah dimulai sejak tahun 2019 dengan target mencari sumber serat alternatif yang tidak bergantung pada rumput sebagai bahan utama pakan hijauan.
Baca Juga: PSI Karawang Bagikan 100 Paket Beras di Galuh Mas untuk Warga Sekitar
Pakan fermentasi ini memanfaatkan berbagai limbah pertanian seperti:
- Jerami jagung
- Sorgum
- Limbah jerami
- Dedak dan bungkil lokal
Serat dari tanaman jagung yang digunakan dalam formula pakan ini memiliki tingkat kecernaan yang lebih baik dibandingkan rumput maupun jerami padi. Penilaian ini telah melewati serangkaian tahap penelitian dan pengembangan yang ketat.
Pemanfaatan Sumber Daya Lokal hingga 80 Persen
Tim peneliti berhasil merumuskan formula pakan yang memanfaatkan sekitar 80 persen bahan baku dari sumber daya lokal. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor, tetapi juga menekan biaya produksi secara signifikan.
"Kita menghadirkan sumber serat lain yang tidak harus diproduksi melalui rumput. Nah, kita memadankan sumber gizinya apa di sana, serat, sumber itulah yang sekarang kita kembangkan terus-menerus," jelas Luki Abdullah.
Dampak Positif untuk Peternakan Domba Garut
Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu sentra peternakan domba penting di Jawa Barat. Inovasi pakan fermentasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan komoditas domba lokal.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, menyampaikan dukungannya terhadap riset ini:
"Kami terus mendukung akademisi dan komunitas peternak, semoga riset ini bisa berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif untuk kemajuan komoditas domba Garut."
Tahap Implementasi dan Harapan Masa Depan
Saat ini, pakan fermentasi hasil riset IPB University telah melalui tahap pengujian dan kini siap diproduksi secara masal. Produksi telah dimulai di Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Kecamatan Leles, dan telah digunakan oleh puluhan peternak di wilayah tersebut.
Dengan inovasi ini, peternak diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tanpa harus mengurangi kualitas nutrisi ternak mereka. Langkah nyata ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas peternak dalam membangun kemandirian pangan nasional.
Ke depan, pengembangan pakan fermentasi ini diharapkan dapat menyebar ke wilayah-wilayah lain di Jawa Barat dan menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam penyediaan pakan ternak berkualitas dan terjangkau.