Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Inovasi Mahasiswa UPER: Pakan Ikan Cerdas Tingkatkan Produktivitas Lele Jabar

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Mahasiswa Universitas Pertamina menciptakan "Smart Feeding System" berbasis IoT untuk budidaya lele, mengatasi masalah pakan dan pemantauan kolam. Inovasi ini menjaga kualitas air, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan efisiensi, serta dipamerkan dalam IDEEE 2026.

Inovasi Mahasiswa UPER: Pakan Ikan Cerdas Tingkatkan Produktivitas Lele Jabar

Inovasi Cerdas Mahasiswa UPER: Merevolusi Budidaya Lele dengan Sistem Pakan IoT

Ikan lele, komoditas pangan yang tak terpisahkan dari denyut keseharian masyarakat Indonesia, terus menunjukkan performa impresif. Pada tahun 2024, produksi nasional lele di fase pembesaran mencapai 1.157.755 ton, menjadikannya yang terbesar kedua setelah ikan nila dalam sektor budidaya air tawar (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2024). Angka ini menegaskan peran strategis lele dalam ketahanan pangan dan ekonomi nasional.

Namun, di balik capaian gemilang ini, sektor budidaya lele masih dihantui sejumlah tantangan. Fenomena aquatic food loss and waste global yang mencapai 14–15% dari total produksi perikanan, sebagian besar disebabkan oleh kendala teknis, manajemen produksi yang kurang optimal, serta isu distribusi (World Economic Forum, 2024). Ini mengindikasikan adanya celah besar untuk peningkatan efisiensi dan keberlanjutan.

Menjawab Tantangan dengan Teknologi: Smart Feeding System IoT

Menjawab urgensi tersebut, dua mahasiswa berprestasi dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER), Adelard Zafri Ramadhan dan M. Syaifullah Yusuf Habibi, memperkenalkan sebuah inovasi revolusioner: Smart Feeding System berbasis Internet of Things (IoT).

Sistem cerdas ini dirancang khusus untuk mengatasi akar permasalahan dalam budidaya ikan lele, khususnya terkait ketidakefisienan proses pemberian pakan dan **keterbatasan pemantauan kondisi kolam secara real-time dan berkelanjutan**.

“Berdasarkan hasil riset kami, keterlambatan serta kelebihan pemberian pakan ikan dapat menyebabkan ketidaksempurnaan nutrisi yang didapatkan pada ikan. Serta jika terjadi kelebihan pakan maka sisa pakan akan mencemari air, hasilnya akan berdampak pada ikan yang sakit dan mati,” ungkap Adelard, menyoroti dampak serius dari praktik pemberian pakan yang tidak tepat.

Prototipe Smart Feeding System ini mengintegrasikan berbagai komponen canggih:

Keseluruhan sistem ini terhubung dengan aplikasi digital Blynk, memungkinkan pembudidaya untuk:

Hasil Uji Coba yang Menjanjikan

Dalam serangkaian pengujian, sistem ini menunjukkan performa luar biasa.

“Sistem mampu menjaga kualitas air kolam tetap stabil pada pH 6,5–8,0, yang merupakan rentang aman bagi ikan, serta menjalankan pemberian pakan secara tepat sesuai perintah dari aplikasi. Setiap perintah dapat langsung dijalankan oleh alat, sehingga proses pemberian pakan menjadi lebih teratur, responsif, dan mudah dikendalikan,” tambah Adelard, menegaskan efektivitas perangkat mereka.

Pameran Inovasi dan Kontribusi Terhadap SDGs

Inovasi Smart Feeding System ini berhasil menarik perhatian dalam gelaran Innovation and Design Exhibition of Electrical Engineering (IDEEE) 2026. IDEEE merupakan ajang bergengsi yang memamerkan karya-karya inovatif mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina.

Pada edisi 2026, pameran ini menampilkan:

“Pameran IDEEE menjadi wadah bagi mahasiswa menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan nyata. Melalui mata kuliah Capstone Design di Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina, mahasiswa mengintegrasikan keilmuan teknis, kebutuhan masyarakat, dan perspektif keberlanjutan,” terang Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Elektro UPER.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pameran tersebut menampilkan sembilan karya inovatif lainnya, mulai dari sistem pemungutan sampah otomatis berbasis PLTS hingga smart portable electric cooler box untuk transplantasi organ.

Hadirnya Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menjadi bentuk apresiasi tertinggi terhadap dedikasi dan kreativitas mahasiswa.

“Selama satu dekade berdiri, Universitas Pertamina berkomitmen menjadi kampus energi dan teknologi yang menjadi pusat inovasi dan keberlanjutan. Komitmen ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada efisiensi energi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Prof. Wawan.

Universitas Pertamina terus membuka pintu bagi calon inovator muda yang ingin berkontribusi dalam pengembangan teknologi berkelanjutan. Informasi pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui pmb.universitaspertamina.ac.id.