Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Hijabfest 2026: Bukti Pertumbuhan Ekonomi Syariah Jawa Barat

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

Gelaran Indonesia Hijabfest 2026 di Bandung menjadi bukti pertumbuhan ekonomi syariah Jawa Barat yang signifikan, dengan sinergi berbagai pemangku kepentingan.

Hijabfest 2026: Bukti Pertumbuhan Ekonomi Syariah Jawa Barat

Geliat Ekonomi Syariah Jawa Barat Melalui Indonesia Hijabfest 2026

Gelaran Indonesia Hijabfest 2026 yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 5-8 Maret, tidak hanya menjadi magnet ribuan pengunjung, tetapi juga barometer pesatnya pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Barat. Ekosistem industri halal di provinsi ini terus menunjukkan peningkatan signifikan, meliputi sektor busana hingga kuliner yang kini semakin terintegrasi dalam rantai pasok global. Ajang tahunan ini membuktikan bagaimana kolaborasi antara otoritas moneter, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dapat memperkuat ekonomi kerakyatan.

Peran Strategis Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, menegaskan bahwa potensi pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat sangat strategis. Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, provinsi ini memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk memimpin sektor usaha halal.

"Kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan ruang penguatan ekonomi kerakyatan. Potensi syariah di Jabar sangat besar dan menjadi peluang strategis untuk terus mendorong pertumbuhan sektor usaha halal secara inklusif," kata Muhamad Nur.

Prestasi Jawa Barat dalam Sektor Ekonomi Syariah

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan bahwa capaian Jawa Barat di sektor ekonomi syariah telah diakui secara nasional. Sepanjang 2025, provinsi ini meraih beberapa prestasi membanggakan, termasuk juara umum Adinata Syariah dan menjadi provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak di Indonesia.

Dengan populasi muslim yang mencapai 97,3% dan kreativitas generasi muda yang tinggi, Erwan menekankan bahwa momentum pengembangan ekonomi syariah harus dijaga dengan baik.

"Dengan 97,3% penduduk muslim dan kreativitas generasi muda yang tinggi, momentum ini harus dijaga. Pengembangan ekonomi syariah memerlukan sinergi hulu hingga hilir yang berkelanjutan," kata Erwan.

Pengembangan Rantai Pasok Terintegrasi di Kota Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti pentingnya membangun sistem rantai pasok yang terintegrasi di kota ini. Dia mengatakan julukan Paris van Java harus dimanifestasikan melalui pengembangan industri dari tahap hulu seperti bahan baku, hingga tahap hilir seperti desain dan produk akhir.

"Kita perlu membangun sistem yang kuat. Tidak hanya desainer, namun seluruh ekosistem dari hulu hingga hilir harus dikembangkan di Bandung," tegas Farhan.

Dukungan UMKM dan Literasi Keuangan Syariah

Founder Indonesia Hijabfest, Sheena Krisnawati, mengenang awal mula gerakan ini pada 2012 yang kini telah bertransformasi menjadi industri raksasa. Keterlibatan pelaku usaha lokal, termasuk tenant legendaris dari Pasar Cihapit, menunjukkan bahwa ekonomi syariah mampu merangkul seluruh lapisan pedagang.

Sheena menambahkan bahwa dukungan perbankan syariah dan kebijakan dari Bank Indonesia sangat penting untuk membantu UMKM di Jawa Barat naik kelas dengan standarisasi produk halal. Dia juga berharap partisipasi dalam ajang ini dapat membantu UMKM memperluas jejaring pasar di tingkat nasional dan internasional, serta meningkatkan kapasitas usaha melalui literasi keuangan syariah yang aman.

"Melalui dukungan penuh perbankan syariah dan kebijakan BI, diharapkan UMKM di Jawa Barat dapat naik kelas dengan standarisasi produk halal. Juga memperluas jejaring pasar di tingkat nasional dan internasional, serta memperkuat kapasitas usaha melalui literasi keuangan syariah yang aman," kata Sheena.

Digitalisasi sebagai Kunci Inklusi Keuangan Syariah

Selain itu, aspek digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan inklusi keuangan dalam sektor ekonomi syariah. Di Indonesia Hijabfest 2026, Bank Indonesia bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) gencar melakukan edukasi pembayaran digital. Pengunjung dapat menikmati pengalaman berbelanja dengan diskon menggunakan QRIS dengan hanya Rp47.000 (pada H-3 acara).

Partisipasi aktif berbagai pihak dalam gelaran ini diharapkan memberikan efek berganda bagi penguatan ekonomi daerah, dengan tujuan menjadikan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat lebih inklusif dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.