Herbal Corner Cangkuang: Strategi FK Unisba Latih Warga Budidaya Tanaman Obat Keluarga
FK Unisba meresmikan Herbal Corner di Cangkuang untuk melatih warga budidaya tanaman obat keluarga secara mandiri sebagai upaya peningkatan kesehatan.

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) meresmikan Herbal Corner berbasis pusat budidaya Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Perumahan Sanggar Indah, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.
Kemandirian Warga melalui Budidaya Toga
Herbal Corner yang dibangun di atas lahan warga seluas 24 meter persegi ini dirancang sebagai pusat edukasi dan praktik nyata bagi masyarakat sekitar dalam membudidayakan tanaman obat secara mandiri.
Baca Juga: Warga Bandung Tak Perlu Transit Jakarta Lagi Usai Wings Air Terbangi Palembang Langsung
Dalam kegiatan tersebut, FK Unisba menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian, Siti Mariam, dan Tirani, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Cangkuang, yang memberikan edukasi kepada warga mengenai:
- Pemilihan bibit berkualitas tinggi
- Teknik budidaya tanaman herbal yang tepat
- Pemeliharaan dan pengolahan hasil panen
Empat Jenis Tanaman Obat yang Dibudidayakan
Masyarakat Cangkuang dilatih membudidayakan empat jenis tanaman obat keluarga yang memiliki manfaat kesehatan tinggi dan mudah dikembangkan di pekarangan rumah:
Baca Juga: Ceppy Bekajaya Berangkat dari Bandung Guna Raih Rekor Indonesia Pertama di Eiger Mushroom Swiss
- Jahe – meningkatkan daya tahan tubuh
- Kunyit – bersifat anti-inflamasi alami
- Bunga telang – kaya antioksidan
- Lidah buaya – untuk perawatan kesehatan kulit dan pencernaan
Dukungan Nyata untuk Kemandirian Masyarakat
Sebagai bentuk nyata dukungan agar pemanfaatan Toga dapat diterapkan secara mandiri, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FK Unisba membagikan bibit tanaman jahe, kunyit, bunga telang, dan lidah buaya kepada warga untuk ditanam di pekarangan masing-masing.
Literasi Kesehatan dan Bantuan Sosial
Selain fokus pada tanaman herbal, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan masyarakat. Tim FK Unisba menyerahkan dua buku karya mereka:
A to Z Diabetes Mellitus dan Ulkus Kaki Diabetikum: Patofisiologi dan Pendekatan Terapinya
Buku ini menjadi bahan literasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya terkait pencegahan dan penanganan Diabetes Mellitus yang angkanya terus meningkat di masyarakat.
Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, tim PkM FK Unisba juga memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Harapan Ke Depan
FK Unisba berharap keberadaan Herbal Corner dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga sekaligus mendukung upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan warga Cangkuang, Kabupaten Bandung.
Tindak Lanjut Program Berkelanjutan
Kegiatan PkM bertema "Implementasi Herbal Corner Berbasis Tanaman Obat Keluarga (Toga)" ini merupakan tindak lanjut dari program pengabdian sebelumnya, menunjukkan komitmen FK Unisba dalam membangun kemandirian kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Tim pengabdi FK Unisba yang terlibat meliputi Dr. R. Anita Indriyanti, dr., M.Kes., dr. Alvira Widiyanti, M.Biomed., M.M., dr. Yuktiana Kharisma, Sp.PA., M.Kes., serta mahasiswa yang turut berperan dalam pendampingan dan pelaksanaan program di lapangan.
Dengan demikian, masyarakat Cangkuang tidak hanya sekadar menerima bantuan, tetapi benar-benar diberdayakan untuk membudidayakan tanaman obat secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.