Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Helikopter PK-CFX di Bukit Puntak: Jenazah Dievakuasi ke Pontianak

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Bukit Puntak, Kalimantan Barat, menewaskan delapan orang, semua jenazah dievakuasi ke Pontianak.

Helikopter PK-CFX di Bukit Puntak: Jenazah Dievakuasi ke Pontianak

Detail Kecelakaan Helikopter Airbus H130 PK-CFX

Pada Kamis (16/4/2026), sebuah helikopter penumpang tipe Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik perusahaan penerbangan lokal Matthew Air Nusantara mengalami kecelakaan di kawasan perbukitan terpencil Kalimantan Barat. Kecelakaan ini menewaskan dua awak kabin dan enam penumpang, menjadikan total delapan korban jiwa. Awak kabin yang tewas dalam insiden tragis ini terdiri dari pilot berpengalaman Capt Marindra Wibowo dan kopilot Harun Arasyid. Menurut informasi awal, helikopter ini sedang melakukan penerbangan charter dari kota Pontianak ke daerah pedalaman Sekadau ketika mengalami gangguan teknis dan jatuh ke lembah bukit.

Lokasi Kecelakaan dan Penemuan Puing Helikopter

Lokasi kecelakaan berada di Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kawasan ini dikenal dengan medan yang sulit diakses, dengan lereng bukit yang curam dan vegetasi lebat yang membuat sulit untuk dijangkau oleh kendaraan darat. Puing-puing helikopter tersebut baru ditemukan oleh warga setempat pada Jumat (17/4/2026), ketika mereka melakukan perjalanan ke lembah untuk mencari bahan bakar kayu. Warga segera melaporkan penemuan puing helikopter ke kantor kepolisian setempat dan tim SAR.

Proses Evakuasi Jenazah Korban

Setelah menerima laporan dari warga, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) serta tim medis segera berangkat ke lokasi kecelakaan. Mengingat medan yang sulit diakses, tim SAR menggunakan kendaraan off-road dan helikopter pendukung untuk mencapai lokasi dalam waktu cepat. Seluruh jenazah korban berhasil dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat, untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut dan pengurusan jenazah oleh keluarga korban. Menurut informasi yang diterima, proses evakuasi selesai pada sore hari Jumat (17/4/2026), dan semua jenazah telah tiba di rumah sakit umum Pontianak pada pukul 16.30 WIB.

Profil Pesawat dan Perusahaan Penerbangan

Helikopter Airbus H130 adalah tipe pesawat penumpang ringan yang populer digunakan untuk penerbangan komersial, charter, dan layanan darurat. Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 9 penumpang, termasuk awak kabin, dan dikenal dengan performa yang handal di medan terpencil. Matthew Air Nusantara, perusahaan yang memiliki helikopter ini, adalah perusahaan penerbangan lokal yang berbasis di Kalimantan Barat dan beroperasi sejak tahun 2018. Perusahaan ini khusus menyediakan layanan penerbangan charter dan transportasi barang di wilayah pedalaman Kalimantan, yang sering sulit diakses oleh jalan darat.

Analisis dan Implikasi Insiden

Insiden kecelakaan helikopter ini menjadi peringatan penting bagi industri penerbangan tentang pentingnya pemeriksaan keamanan rutin dan pemeliharaan pesawat. Meskipun penyebab pasti kecelakaan belum diungkapkan oleh pihak berwenang, tim investigasi sedang melakukan pemeriksaan terhadap puing helikopter dan data penerbangan untuk mengidentifikasi faktor penyebab insiden. Pihak berwenang berjanji akan merilis laporan preliminary investigasi dalam waktu dua minggu ke depan. Selain itu, insiden ini juga menyoroti pentingnya persiapan tim evakuasi di daerah terpencil, di mana akses ke fasilitas medis dan layanan darurat terbatas. Kerja sama yang baik antara warga setempat, tim SAR, dan pihak berwenang telah memastikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar dan semua jenazah dapat dipulangkan ke keluarga dengan cepat.

Dokumentasi dan Sumber Berita

Foto dokumentasi penemuan puing helikopter di Bukit Puntak diambil oleh Jessica Wuysang. Berita ini disusun berdasarkan informasi resmi dari pihak berwenang setempat dan laporan warga setempat yang menyaksikan penemuan puing helikopter.