Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Heboh! Kebijakan Angkot Libur di Jabar, KDM Hadapi Kritikan (Terbaru 2024)

KDM · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kebijakan heboh Gubernur Jabar meliburkan angkot saat liburan viral! KDM hadapi kritik, tapi tegaskan demi kenyamanan & kompensasi sopir Rp 500ribu.

Heboh! Kebijakan Angkot Libur di Jabar, KDM Hadapi Kritikan (Terbaru 2024)

Kebijakan Peliburan Angkot Menuai Kritik, Gubernur Beri Penjelasan

BANDUNG – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk meliburkan operasional angkutan kota (angkot) sebagai salah satu langkah mengurai kemacetan saat musim liburan, memicu beragam reaksi. Meskipun menuai kritik, Dedi tetap pada keputusannya, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi kenyamanan dan perlindungan konsumen.

Dalam penjelasannya, Gubernur Dedi mengungkapkan bahwa para sopir angkot yang terdampak kebijakan ini telah diberikan kompensasi sebesar Rp 500 ribu. Ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meminimalisir dampak ekonomi terhadap para pengemudi angkot.

"Meliburkan angkutan kota (angkot) sebagai salah satu opsi mengurai kemacetan. Para sopir mendapat kompensasi sebesar Rp 500 ribu. Momen liburan pun diharapkan bisa memberikan kenyamanan kepada semua pihak."

Tujuan Utama: Liburan Aman dan Nyaman

Dedi menyadari adanya pro dan kontra terhadap kebijakannya, namun ia menekankan bahwa keputusan tersebut harus diambil. Dasar utama kebijakan ini adalah untuk melindungi konsumen agar dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Menurutnya, tujuan utama adalah menciptakan suasana liburan yang rileks, riang, dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan. Kemacetan, yang seringkali diperparah oleh angkutan umum yang berhenti sembarangan atau melaju lambat, kerap menjadi persoalan serius saat libur panjang.

"Mereka yang berlibur adalah mereka yang mengunjungi tempat-tempat wisata, mengunjungi tempat-tempat belanja dan mereka adalah konsumen yang harus dilindungi. Agar makna berliburnya dinikmati," ujarnya.

Bukan Kebijakan Baru

Dedi juga menegaskan bahwa kebijakan meliburkan angkutan umum di momen tertentu bukanlah hal baru. Ia mencontohkan keberhasilan penanganan kemacetan parah di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, di mana kebijakan serupa telah diterapkan dan terbukti efektif.

Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak positif terhadap sektor pariwisata karena konsumen mendapatkan layanan dan pengalaman yang lebih baik. Kelancaran lalu lintas menjadi faktor penting agar liburan dapat dinikmati sepenuhnya tanpa hambatan.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menjaga kenyamanan dan kepuasan masyarakat saat berlibur, meskipun harus mengambil langkah yang mungkin tidak populer di mata sebagian pihak.

Kategori:

Regional

Editor:

Ali Yusuf

Terakhir diperbarui:

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:49 WIB

Dapatkan update terkini dari berita dan informasi lainnya langsung di Google News.