Harkitnas 2026: H. Apud Syaepudin Peduli Persatuan Masyarakat Bekasi
Ketua Warga Bumiputera Bekasi H. Apud Syaepudin, sedang menjalankan ibadah haji, menyampaikan pesan persatuan dan perhatian pada generasi muda dalam peringatan Harkitnas ke-118 tahun 2026.

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dengan tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan perjuangan bangsa, memperkuat persatuan, dan fokus pada masa depan generasi muda. Salah satu tokoh yang mengirimkan pesan kebangsaan dalam momentum ini adalah H. Apud Syaepudin, Ketua Warga Bumiputera Indonesia Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua Umum Forum Komunikasi Warga Bekasi. Meski tengah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, H. Apud tidak melupakan kewajibannya untuk tetap peduli terhadap masyarakat Bekasi dan bangsa Indonesia.
Pesan Kebangsaan Dari Tanah Suci
Di tengah kekhusyukan menjalankan rukun Islam kelima, H. Apud tetap memanjatkan doa serta menaruh perhatian besar terhadap kondisi bangsa dan masa depan generasi muda. Ia menyampaikan pesan singkat yang penuh makna:
"Walaupun saat ini saya sedang menjalankan ibadah haji, doa dan pikiran saya tetap untuk masyarakat Kabupaten Bekasi dan bangsa Indonesia. Semoga generasi muda kita menjadi generasi yang kuat, berakhlak, dan mampu menjaga persatuan bangsa."
Menurut H. Apud, Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kesadaran bersama bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dibimbing dengan baik.
Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa dari Lingkungan Terdekat
H. Apud menekankan bahwa upaya menjaga tunas bangsa harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat:
"Menjaga tunas bangsa harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Anak-anak muda perlu diberikan perhatian, pendidikan moral, serta ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang positif dan produktif."
Ia menambahkan bahwa pendidikan moral dan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Dengan memberikan dasar yang kuat sejak dini, generasi muda akan mampu menjadi penerus bangsa yang cinta tanah air dan peduli pada sesama.
Solidaritas dan Gotong Royong Sebagai Kekuatan Utama Bangsa
Sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Warga Bekasi, H. Apud juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga solidaritas, toleransi, dan budaya gotong royong sebagai pondasi utama dalam membangun daerah dan bangsa. Ia menegaskan:
"Persatuan masyarakat adalah pondasi penting dalam menjaga kedaulatan negara. Ketika masyarakat rukun, saling peduli, dan memiliki semangat kebersamaan, maka bangsa ini akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan."
Ia menambahkan bahwa toleransi dan keragaman adalah kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga, karena dengan saling menghargai perbedaan, masyarakat dapat bersatu menghadapi berbagai masalah yang dihadapi.
Kolaborasi Antar Elemen Untuk Generasi Penerus
H. Apud turut menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh masyarakat, pemerintah, pemuda, dan seluruh elemen bangsa dalam menciptakan generasi muda yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Ia berkata:
"Kebangkitan bangsa dimulai dari kepedulian bersama terhadap generasi penerus. Jangan biarkan anak-anak muda kehilangan arah dan jati diri. Mereka harus menjadi generasi yang membanggakan bangsa dan daerahnya."
Ia berharap bahwa kolaborasi ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi muda, sehingga mereka dapat berkontribusi secara maksimal untuk kemajuan bangsa.
Harapan untuk Harkitnas 2026 dan Masa Depan Indonesia
Dalam momentum Harkitnas ke-118 tahun 2026 ini, H. Apud berharap semangat nasionalisme dan persatuan terus tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, damai, dan bermartabat. Ia menutup pesannya dengan seruan:
"Mari bersama menjaga tunas bangsa demi Indonesia yang berdaulat, harmonis, dan sejahtera. Semoga bangsa kita selalu diberikan persatuan, keberkahan, dan kekuatan dalam menghadapi masa depan."
Pesan H. Apud ini menunjukkan bahwa meski sedang dalam kekhusyukan ibadah haji, ia tetap peduli terhadap nasionalisme dan persatuan bangsa. Pesannya menjadi pengingat bahwa kebangsaan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang bertindak untuk masa depan generasi penerus.