Hari Lingkungan Hidup Sedunia: PSI Bekasi Ajak Solidaritas Jaga Bumi
Ketua Harian DPD PSI Kabupaten Bekasi H. Nuryadi mengajak masyarakat solidaritas dan toleransi untuk menjaga kelestarian lingkungan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan tema Bumi yang Sehat Mulai dari Kebiasaan Baik Setiap Hari dan pesan inti Saatnya Bekerja untuk Iklim dijadikan momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Harian DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi, H. Nuryadi yang lebih dikenal dengan sapaan H. Dilay.
Lingkungan sebagai Ruang Bersama Semua Masyarakat
Menurut H. Dilay, lingkungan hidup bukanlah milik kelompok tertentu, melainkan ruang bersama yang menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, budaya, profesi, maupun pilihan sosial politik. Setiap upaya pelestarian lingkungan, kata dia, pada hakikatnya adalah bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlangsungan generasi mendatang.
"Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Bumi yang kita pijak hari ini adalah rumah bersama yang harus kita jaga secara kolektif. Kepedulian terhadap lingkungan hendaknya menjadi nilai pemersatu, karena manfaat dari lingkungan yang sehat akan dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali," ujar H. Dilay.
Tantangan Lingkungan yang Membutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor
H. Dilay menegaskan bahwa berbagai tantangan lingkungan global dan lokal, seperti perubahan iklim, pencemaran udara dan air, pengelolaan sampah yang tidak terkontrol, serta berkurangnya ruang terbuka hijau, tidak dapat diselesaikan secara parsial. Untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, semangat gotong royong, serta kesadaran bersama dari seluruh masyarakat. Ia menambahkan bahwa tiga nilai penting yaitu solidaritas, toleransi, dan persatuan menjadi fondasi utama dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Nilai solidaritas mengajarkan kita untuk saling peduli. Nilai toleransi mengajarkan kita untuk saling menghargai. Sedangkan persatuan mengajarkan kita untuk bergerak bersama. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.
Langkah Sederhana yang Dapat Memberikan Dampak Luas
Lebih lanjut, H. Dilay mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat memberikan dampak luas jika dilakukan secara konsisten oleh banyak orang. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal dan umum
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke barang yang dapat digunakan kembali
- Menghemat energi dan air dalam aktivitas sehari-hari
- Menanam pohon dan mendukung kegiatan penghijauan di lingkungan masing-masing
- Aktif mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan yang diadakan oleh komunitas atau pemerintah daerah
Ia menilai bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari langkah besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara teratur oleh individu dan kelompok masyarakat.
Peran Generasi Muda sebagai Pelopor Perubahan
H. Dilay juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak perubahan dalam bidang pelestarian lingkungan. Dengan kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial yang tinggi, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor gaya hidup ramah lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Lingkungan yang sehat bukan hanya warisan untuk generasi mendatang, tetapi juga amanah yang harus kita jaga mulai hari ini. Karena itu, mari kita jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali," tegasnya.
Harapan untuk Masa Depan Lingkungan Indonesia
Di akhir pernyataannya, H. Dilay berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa keberagaman bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar dalam menghadapi tantangan global, termasuk krisis lingkungan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong, memperkuat solidaritas sosial, menjunjung tinggi toleransi, dan menjaga persatuan dalam setiap langkah pelestarian lingkungan. "Marilah kita terus merawat semangat gotong royong, memperkuat solidaritas sosial, menjunjung tinggi toleransi, dan menjaga persatuan dalam setiap langkah pelestarian lingkungan. Karena ketika kita menjaga bumi bersama-sama, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan, kesejahteraan, dan masa depan bangsa," pungkasnya.