Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Harga Cabai Merah, Beras dan Telur Merangkak Naik di Sejumlah Pasar Tasikmalaya

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Jelang Ramadan 2026, harga bahan pokok di pasar tradisional Tasikmalaya seperti cabai merah, telur, daging ayam, dan sayuran merangkak naik. Penyebab utama cuaca ekstrem yang menurunkan produksi dan permintaan dari program gizi sekolah, membuat masyarakat merasa terbebani.

Harga Cabai Merah, Beras dan Telur Merangkak Naik di Sejumlah Pasar Tasikmalaya

Jelang Ramadan 2026, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Merangkak Naik

Masyarakat Tasikmalaya mulai merasakan tekanan dari kenaikan harga bahan pokok jelang bulan Ramadan 2026. Berdasarkan laporan dari beberapa pasar tradisional di kota ini, harga komoditas seperti cabai merah, telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan sayuran mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Banyak pembeli mengeluhkan kenaikan ini yang membuat anggaran harian mereka harus disesuaikan.

Eka Amalia, 40 tahun, warga Kampung Bebedilan Kecamatan Cihideung, adalah salah satu yang merasakan dampaknya langsung. "Semua harga mulai merangkak naik, dari telur yang semula Rp29.500 per kg menjadi Rp30.000, bawang merah Rp40.000 per kg, cabai merah besar Rp90.000 per kg, hingga daging ayam boiler Rp40.000 per kg," ujarnya pada Minggu (8/2/2026). Dia juga menambahkan bahwa beras kualitas premium kini dijual dengan harga Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg, yang membuatnya harus memilih antara mengurangi kuantitas atau mengganti dengan komoditas lain.

Penyebab Kenaikan Harga: Cuaca Ekstrem dan Permintaan yang Meningkat

Kenaikan harga bahan pokok ini tidak terjadi tanpa alasan. Kepala UPTD Pasar Induk Cikurubuk, Deri Herlisana, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai daerah menjadi faktor utama penurunan produksi petani, terutama untuk komoditas cabai. "Cabai merah yang biasanya dipasok dari daerah sekitar kini sulit didapat karena cuaca ekstrem yang merusak tanaman," katanya. Selain itu, permintaan dari dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) juga turut meningkatkan tekanan pada pasokan bahan pokok di pasar.

Dampak Kenaikan Harga bagi Masyarakat

Yuni, warga Singaparna, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur dan daging ayam sangat terasa jelang Ramadan. "Harga telur dan daging ayam terus merangkak naik setiap hari, tapi anehnya beras premium masih tetap harganya Rp15.000 per kg," ujarnya. Namun, dia juga mengeluhkan ketersediaan beras medium yang langka di pasar, karena sebagian besar penjual hanya menyediakan beras kualitas premium. Yuni menambahkan bahwa beras SPHP dari Bulog kurang sesuai dengan selera keluarganya karena rasanya hambar.

Pemantauan dan Upaya Mengendalikan Harga

Deri Herlisana mengatakan bahwa pihaknya terus memantau harga bahan pokok di sejumlah pasar di Tasikmalaya. Berdasarkan hasil pemantauan, harga komoditas yang mengalami kenaikan antara lain:

"Kami terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan penjual untuk memastikan tidak ada pengecekan harga yang berlebihan," tambah Deri. Dia juga menambahkan bahwa pihaknya sedang berusaha mencari sumber pasokan alternatif untuk komoditas yang sulit didapat, seperti cabai merah, agar harga dapat kembali stabil sebelum Ramadan tiba.

Perlu diperhatikan bahwa kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh persiapan Ramadan yang membuat permintaan bahan pokok meningkat drastis. Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara cermat dan memilih komoditas yang sesuai dengan anggaran mereka untuk menghindari beban keuangan yang terlalu besar.