Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Hardiknas 2026: Idhay Sumirat Tekankan Pendidikan Bangun Kesadaran Kritis dan Reformasi Sosial

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Peringatan Hardiknas 2026, Idhay Sumirat ketua LSM GBR Kabupaten Bekasi menekankan pendidikan sebagai kunci membangun generasi kritis dan reformasi sosial.

Hardiknas 2026: Idhay Sumirat Tekankan Pendidikan Bangun Kesadaran Kritis dan Reformasi Sosial

Momentum Hardiknas 2026: Refleksi Peran Pendidikan sebagai Agen Perubahan Sosial

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Kabupaten Bekasi dijadikan sebagai momentum krusial untuk menegaskan kembali peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kritis, berintegritas, dan berdaya dalam mendorong perubahan sosial. Dalam perayaan tersebut, ketua LSM Garda Bangsa Reformasi (GBR) Kabupaten Bekasi, Idhay Sumirat, menyampaikan pandangan mendalam tentang peran pendidikan yang sesungguhan dalam membentuk generasi masa depan bangsa.

Pendidikan Bukan Hanya Akademik, tapi Juga Kesadaran Kritis

Idhay Sumirat menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian nilai akademis semata. Menurutnya, pendidikan harus berperan sebagai alat transformasi yang mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk menyuarakan kebenaran dan mengawal jalannya pembangunan yang adil.

"Pendidikan harus melahirkan generasi yang peka terhadap persoalan sosial, berani menyuarakan aspirasi, serta memiliki integritas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat luas," ujar Idhay dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa di tengah berbagai dinamika sosial dan tantangan tata kelola, pendidikan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat agar lebih aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi dan pengawasan kebijakan publik.

Meneladani Semangat Ki Hajar Dewantara

Selain menekankan peran pendidikan, Idhay juga mengajak generasi muda untuk meneladani semangat Ki Hajar Dewantara, pendiri sistem pendidikan Indonesia yang dikenal dengan prinsip "pendidikan yang memerdekakan". Menurutnya, nilai-nilai yang diajukan oleh Ki Hajar Dewantara harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui sikap kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Peran Masyarakat Sipil dalam Mendukung Pendidikan Berbasis Sosial

Idhay Sumirat juga menegaskan bahwa peran organisasi masyarakat sipil, termasuk LSM, sangat penting dalam mendukung pendidikan yang berbasis kesadaran sosial. Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat diwujudkan melalui beberapa kegiatan konkret, seperti:

Panggilan untuk Komitmen Bersama

Menutup pernyataannya, Idhay menambahkan bahwa momentum Hardiknas 2026 harus dijadikan sebagai penguatan komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang tidak apatis, tetapi aktif dan berani terlibat dalam proses pembangunan demi terwujudnya keadilan sosial.

"Momentum Hardiknas ini harus kita jadikan sebagai penguatan komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang tidak apatis, tetapi aktif dan berani terlibat dalam proses pembangunan demi terwujudnya keadilan sosial," tambahnya.

Ia berharap bahwa peringatan ini dapat menjadi titik kebangkitan bagi generasi muda Kabupaten Bekasi untuk tampil sebagai agen perubahan yang membawa semangat reformasi, menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta berkontribusi nyata dalam membangun daerah yang lebih transparan, adil, dan berdaya saing.

Konteks Lainnya: Pendidikan sebagai Solusi Dinamika Sosial

Dalam konteks dinamika sosial dan tantangan tata kelola saat ini, peran pendidikan dalam menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat menjadi semakin penting. Dengan membangun generasi yang memiliki pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban mereka, serta keberanian untuk menyuarakan aspirasi, Indonesia dapat membangun masyarakat yang lebih demokratis dan adil.