H+1 Lebaran 2026: Lonjakan Arus Kendaraan Wisatawan di Sukabumi
Arus lalu lintas H+1 Lebaran 2026 di Sukabumi mengalami lonjakan signifikan, sebagian besar merupakan kendaraan wisatawan. Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Pada hari ke-1 setelah Lebaran 2026 (22/3/2026), arus lalu lintas di Kota Sukabumi mengalami lonjakan signifikan. Ribuan kendaraan dari luar daerah memadati jalur masuk dan keluar kota, menyebabkan kepadatan di sejumlah titik kunci, terutama di kawasan Exit Tol Parungkuda. Kepala Kepolisian Resor Sukabumi (Kapolres) AKBP Samian mengkonfirmasi peningkatan volume kendaraan yang drastis dibandingkan hari biasa, meskipun situasi secara keseluruhan masih berada dalam kendali.
Konteks Lonjakan Arus Lalu Lintas
Sebagian besar kendaraan yang melintas di jalur strategis Sukabumi pada H+1 Lebaran ini berasal dari wisatawan, yang datang menikmati momen libur akhir tahun baru Islam. Lonjakan ini terlihat jelas di dua gerbang tol utama: Tol Bocimi dan Gerbang Tol Parungkuda.
Data dan Proyeksi Volume Kendaraan
Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan pihak kepolisian:
- Kendaraan yang masuk melalui Tol Bocimi fungsional tercatat sebanyak 3.871 unit hingga pukul 15.00 WIB
- Kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Parungkuda mencapai 7.300 unit dalam periode yang sama
Menurut Samian, jumlah kendaraan akan terus bertambah hingga malam hari, dengan potensi mencapai 15 ribu unit total sepanjang hari.
Penyebab Kemacetan dan Penanganan
Kepadatan paling parah terjadi di jalur arteri setelah Exit Tol Parungkuda. Menurut Samian, penyebab utama antrean panjang adalah penyempitan jalan dari tiga lajur menjadi satu lajur di jembatan yang masih dalam proses pembangunan. Kondisi ini menciptakan bottleneck yang tidak dapat menampung volume kendaraan yang melintas.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah ruas jalan. Rekayasa ini diterapkan dari Simpang Ratu menuju Exit Tol Parungkuda, dengan tujuan memperlancar arus kendaraan ke arah Cibadak. Menurut Samian, langkah ini telah terbukti efektif dalam mengurai kepadatan, terutama dari arah Cisaat menuju Parungkuda.
"Rekayasa ini untuk memperingan kepadatan agar kendaraan tetap bisa bergerak," ujar Samian.
Saran untuk Pengendara
Meskipun pihak kepolisian memastikan arus lalu lintas tetap berjalan meskipun dalam kondisi padat, mereka mengimbau para pengendara untuk mengikuti beberapa saran penting:
- Mengatur waktu perjalanan agar menghindari jam sibuk puncak
- Mematuhi arahan petugas di lapangan untuk menghindari kemacetan panjang
- Memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum memulai perjalanan
Situasi lalu lintas di Sukabumi pada H+1 Lebaran 2026 menunjukkan betapa tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah ini selama libur Lebaran. Meskipun ada beberapa titik kemacetan, penanganan yang dilakukan oleh kepolisian telah membantu meminimalkan gangguan bagi pengendara yang sedang pulang atau melanjutkan perjalanan.