H. Jaya Marjaya Dorong Masyarakat Hubungkan Lingkungan dengan Keimanan dan Kebangsaan
Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi H. Jaya Marjaya mengajak masyarakat menghubungkan menjaga lingkungan dengan amanah keimanan dan tanggung jawab kebangsaan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Konteks Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan tema "Bumi Yang Sehat Mulai Dari Kebiasaan Baik Setiap Hari" dan tagline "Saatnya Bekerja Untuk Iklim", H. Jaya Marjaya, S.E., S.H., M.Si., Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, menyampaikan pesan mendalam tentang hubungan antara menjaga lingkungan dengan amanah keimanan dan tanggung jawab kebangsaan.
Tema tahun ini menekankan peran kebiasaan sehari-hari dalam menciptakan bumi yang sehat, sementara tagline "Saatnya Bekerja Untuk Iklim" menjadi seruan konkret untuk beralih dari wacana menjadi aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Perspektif Keimanan sebagai Dasar Menjaga Alam
H. Jaya Marjaya menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, manusia diangkat sebagai khalifah di muka bumi yang diberikan amanah untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan alam secara bijaksana. Ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab keimanan yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
"Dalam pandangan Islam, manusia adalah khalifah di muka bumi yang diberikan amanah untuk menjaga dan memelihara alam. Karena itu, merawat lingkungan bukan sekadar kewajiban moral, tetapi juga bagian dari tanggung jawab keimanan yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT," ujar H. Jaya Marjaya.
Ia juga mengutip ajaran Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, nilai yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan juga berarti menjaga kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat secara luas.
Tanggung Jawab Kebangsaan untuk Kelestarian Alam
Selain perspektif keimanan, H. Jaya Marjaya juga menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah wujud tanggung jawab kebangsaan. Ia menyatakan bahwa lingkungan yang sehat merupakan fondasi penting bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
"Menjaga lingkungan adalah wujud nyata cinta tanah air. Ketika kita merawat sungai, menjaga hutan, mengurangi pencemaran, dan melestarikan alam, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan bangsa Indonesia. Semangat keagamaan dan semangat kebangsaan harus berjalan beriringan dalam upaya menjaga bumi yang kita cintai ini," tegasnya.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi aspek pembangunan dan lingkungan di Kabupaten Bekasi, ia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang dalam kondisi yang baik.
Aksi Nyata yang Dapat Dilakukan Setiap Hari
H. Jaya Marjaya mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya hidup yang bersih, sehat, dan bertanggung jawab melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari, antara lain:
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal dan umum
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Menanam pohon dan merawat tanaman hijau
- Menghemat air dan energi
- Tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan pemilahan sampah
Ia menekankan bahwa setiap tindakan kecil memiliki dampak besar bagi kelestarian alam dan kualitas hidup generasi mendatang.
Kolaborasi Multi Pihak untuk Hasil Maksimal
Menurut H. Jaya Marjaya, keberhasilan upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Ia mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
"Tagline Saatnya Bekerja Untuk Iklim merupakan seruan untuk bergerak bersama. Saatnya memperbanyak aksi daripada sekadar wacana, memperkuat kepedulian daripada saling menyalahkan, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Inilah bagian dari ikhtiar kita untuk mewariskan bumi yang lebih baik kepada anak cucu kelak," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan persatuan merupakan nilai jati diri bangsa Indonesia yang harus diwujudkan dalam upaya pelestarian lingkungan.
Dalam pesan penutupnya, H. Jaya Marjaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum untuk memperkuat rasa syukur, meningkatkan kepedulian sosial, dan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah bentuk pengabdian kepada Allah SWT sekaligus kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Ia berharap bahwa dengan kebiasaan baik setiap hari, masyarakat dapat mewujudkan lingkungan yang sehat, masyarakat yang sejahtera, dan masa depan bangsa yang lebih cerah.