Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

H Dilay Beri Ucapan Harlah ke-92 GP Ansor di Bekasi: Perkuat Pluralisme

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi H Dilay mengucapkan selamat Hari Lahir ke-92 GP Ansor, menekankan pentingnya memperkuat pluralisme dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

H Dilay Beri Ucapan Harlah ke-92 GP Ansor di Bekasi: Perkuat Pluralisme

Peringatan Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Bekasi pada 24 April 2026 menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen masyarakat dalam merawat keberagaman dan memperkuat nilai pluralisme sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi, H. Dilay, yang menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam menjaga harmoni sosial.

Peran GP Ansor sebagai Garda Terdepan Toleransi

Sebagai organisasi kepemudaan berbasis Islam moderat, GP Ansor telah lama dikenal sebagai pilar penting dalam menjaga keseimbangan antara nilai agama dan komitmen kebangsaan. H. Dilay menegaskan bahwa peran organisasi semacam ini sangat strategis di tengah dinamika masyarakat Indonesia yang majemuk, di mana perbedaan suku, agama, dan budaya seringkali menjadi sumber potensi konflik.

“Selamat Hari Lahir ke-92 GP Ansor. Di usia yang semakin matang ini, GP Ansor telah membuktikan diri sebagai organisasi kepemudaan yang konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan, merawat keberagaman, serta menjadi garda terdepan dalam meneguhkan toleransi di tengah perbedaan,” ujar H. Dilay dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia dibangun di atas dasar kebhinekaan, sehingga setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar perbedaan bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan yang mempererat persatuan. Menurutnya, pluralisme bukan sekadar konsep abstrak, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, seperti yang telah dilakukan oleh GP Ansor selama bertahun-tahun.

Visi Bersama PSI dan GP Ansor untuk Indonesia Inklusif

H. Dilay juga menyoroti kesesuaian visi antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan misi GP Ansor dalam memperjuangkan Indonesia yang inklusif, adil, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa sinergi antara kedua lembaga ini dapat menjadi kekuatan positif dalam menghadirkan ruang dialog yang sehat dan konstruktif di tengah masyarakat.

“Pluralisme bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. GP Ansor telah menunjukkan bagaimana nilai-nilai keislaman yang moderat dapat berjalan seiring dengan semangat nasionalisme, menjaga keseimbangan antara iman dan komitmen kebangsaan,” lanjutnya.

Menurutnya, masa depan Indonesia ditentukan oleh generasi muda yang terbuka, toleran, dan berintegritas. GP Ansor adalah contoh nyata bagaimana organisasi kepemudaan mampu menjadi penjaga nilai-nilai tersebut, sehingga perlu didukung dan dikembangkan agar dapat mencapai dampak yang lebih luas di seluruh nusantara.

Ajakan untuk Melanjutkan Komitmen Persatuan

Di akhir sambutannya, H. Dilay mengajak seluruh kader GP Ansor di Kabupaten Bekasi untuk terus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, merawat kebhinekaan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan bahwa peringatan Harlah ke-92 harus dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan Indonesia yang lebih harmonis.

“Dengan semangat Harlah ke-92 ini, mari kita bersama-sama menjaga Indonesia sebagai rumah besar bagi semua, tanpa sekat perbedaan. Karena pada hakikatnya, keberagaman adalah kekuatan yang harus kita rawat bersama,” pungkasnya.

Peringatan Harlah ke-92 GP Ansor di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk lebih aktif dalam menjaga persatuan dan kebhinekaan. Dalam konteks yang semakin dinamis, peran organisasi kepemudaan seperti GP Ansor semakin penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Dengan kerja sama semua pihak, Indonesia dapat terus menjadi rumah yang aman dan damai bagi seluruh warganya, tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau budaya.