Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

H-4 Lebaran 2026: Pantura Subang Padat Akibat One Way Tol Cipali

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Arus lalu lintas Pantura Subang padat saat memasuki H-4 Lebaran 2026, akibat penerapan one way di Tol Cipali. Polisi siapkan skema rekayasa untuk antisipasi kemacetan.

H-4 Lebaran 2026: Pantura Subang Padat Akibat One Way Tol Cipali

Memasuki H-4 Lebaran 2026, arus kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura) Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpantau cukup padat pada Selasa (17/3) malam. Peningkatan volume kendaraan ini secara langsung dihubungkan dengan pemberlakuan sistem satu arah (one way) di Jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), yang diimplementasikan untuk mengurai kepadatan arus mudik tahun ini.

Kondisi Lalu Lintas Pantura Subang Malam Ini

Pada pukul 19.00 WIB, tim pantau mencatat bahwa kepadatan arus kendaraan di wilayah Pamanukan didominasi oleh pemudik sepeda motor, mobil pribadi, dan bus yang bergerak dari arah Jakarta menuju Cirebon. Banyak pemudik sepeda motor membawa barang bawaan dalam jumlah besar yang diikat di bagian belakang kendaraan, sementara sejumlah mobil pribadi terlihat menambahkan muatan di atas atap sebagai tambahan ruang penyimpanan.

Di sisi lain, arus lalu lintas dari arah Cirebon menuju Jakarta juga mengalami peningkatan signifikan. Kendaraan jenis bus dan truk berukuran besar mendominasi jalanan arteri di rute ini, akibat pengalihan arus kendaraan dari jalur tol yang sedang menerapkan sistem one way. Meskipun terjadi lonjakan volume kendaraan, arus lalu lintas di Pamanukan masih terpantau lancar tanpa kemacetan parah. Namun, pihak berwenang memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terus meningkat hingga malam hari seiring dengan semakin banyaknya pemudik yang memulai perjalanan.

Pengalaman Pemudik yang Menghadapi Keterlambatan

Salah satu pemudik bernama Rudi, yang berasal dari Tangerang dan akan menuju Bojonegoro, Jawa Timur, berbagi pengalaman perjalanannya yang terhambat. Ia mengaku berangkat pada pukul 16.30 WIB dan baru sampai di Subang pada pukul 19.00 WIB, padahal perjalanan normalnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 jam.

"Kami berangkat jam setengah empat sore, sekarang jam 7 malam baru sampai Subang. Kalau normal biasanya 10 jam, tapi sekarang tidak bisa prediksi. Tadi agak macet di turunan KM 48 MBZ sampai KM 62," kata Rudi.

Rudi menambahkan bahwa ia langsung berangkat setelah menjemput anak dan istrinya pulang kerja, dan tidak menyadari adanya sistem one way di jalur tol. "Kebetulan hari ini hari terakhir kerja, jadi langsung meluncur. Tadi ambil jalur kiri karena tidak tahu ada one way di jalur kanan," tambahnya.

Kebijakan One Way Tol Cipali dan Upaya Antisipasi Kemacetan

Saat ini, rekayasa one way masih diberlakukan oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat. Situasi di ruas Tol Cipali, khususnya di Kilometer 102 sekitar Rest Area Kalijati, Subang, terpantau ramai di kedua jalur, baik jalur normal maupun jalur one way yang diberlakukan dari KM 70 hingga KM 263.

Pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa arus one way skala nasional jika rasio kendaraan sudah melebihi batas kapasitas jalan, guna mengantisipasi kemacetan total di jalur utama mudik. Langkah ini diambil untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar selama masa libur Lebaran 2026.

Prediksi Puncak Arus Mudik 2026

Puncak arus mudik 2026 diperkirakan akan terjadi pada 18-19 Maret seiring dimulainya masa libur nasional. Sebagai persiapan, masyarakat diimbau untuk memastikan saldo e-toll mencukupi dan kondisi fisik kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan. Selain itu, disarankan untuk memantau informasi lalu lintas secara real-time agar dapat memilih rute alternatif jika diperlukan.