Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gudang Kayu di Babakan Ciparay Terbakar Merambat ke Rumah Kontrakan, 46 Jiwa Terdampak

KBB · Oleh ·

Gudang kayu dan rumah kontrakan di Jalan H Jakaria, Babakan Ciparay terbakar Jumat pagi. 46 jiwa di 11 kamar terdampak, nol korban, penyebab masih diselidiki.

Gudang Kayu di Babakan Ciparay Terbakar Merambat ke Rumah Kontrakan, 46 Jiwa Terdampak

Empat puluh enam jiwa menghuni sebelas kamar rumah kontrakan di Jalan H Jakaria, RT 09, RW 01, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Bangunan itu terbakar pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, saat sebagian besar penghuni masih tertidur. Api pertama muncul di gudang kayu dan rongsok yang berdiri di sebelah rumah kontrakan, lalu merambat ke bangunan tempat mereka tinggal.

Kronologi pagi di Sukahaji

Warga yang pertama melihat api langsung menghubungi Emergency Call 022-113, nomor darurat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung. Petugas tiba di lokasi pukul 05.21 WIB, sekitar 21 menit berselang sejak api pertama terlihat. Ketika tim sampai, api sudah membesar di dua sisi, gudang kayu dan rumah kontrakan yang letaknya berdampingan.

Baca Juga: Bandung Barat Kirim 732 Atlet ke Porprov XV Jawa Barat, KONI Targetkan 5 Besar

Rumah kontrakan yang terbakar punya 11 kamar dan dihuni 11 kepala keluarga. "11 KK, dengan penghuni 46 jiwa," kata Imannuel, Kabid Penyelamatan Disdamkarmatan Kota Bandung. Dengan angka tersebut, rata-rata tiap keluarga beranggotakan 4,2 orang. Pola satu kamar untuk satu keluarga seperti ini lazim dijumpai pada rumah kontrakan yang disewakan kepada pekerja harian dan pendatang di kawasan utara kota.

Yang terbakar bukan hanya bangunan tempat tinggal. Di samping rumah kontrakan berdiri gudang kayu dan rongsok, tempat penyimpanan kayu dan sisa kayu yang lazim dipakai sebagai bahan bakar rumahan di Bandung. Isi gudang yang kering membuat api merambat cepat ke bangunan sebelah, dan jarak kedua bangunan yang berdempetan membuat penghuni rumah kontrakan kehilangan waktu untuk memindahkan barang.

Dua jam 19 menit penanganan

Penanganan berlangsung dua jam 19 menit. Petugas melakukan penyekatan dari arah atas, kiri, dan kanan untuk membatasi perambatan api, lalu memadamkan area gudang kayu dan rongsok beserta rumah kontrakan. Setelah api padam, tim melakukan overhaul, yaitu pemeriksaan ulang bangunan untuk mencari bara atau titik api yang belum padam, lalu bergerak ke tahap pendinginan sampai area dinyatakan aman dari penyalaan kembali. Petugas kembali ke Mako Disdamkarmatan pada pukul 07.40 WIB, dua jam 40 menit sejak api pertama terlihat.

Baca Juga: Sabar Pria Gunawan Taklukkan 60 Tanjakan Ekstrem Jawa Barat dengan Yamaha GEAR ULTIMA Standar Pabrikan

Penyebab yang masih terbuka

Tidak ada korban atas kejadian tersebut. Penyebab kebakarannya sendiri belum diumumkan. "Penyebab masih dalam/testify ORDERED investigation pihak terkait," kata Imannuel. Sampai saat itu tidak ada temuan yang menunjukkan kelalaian pemilik gudang, dan tidak ada pula yang mengarah ke pembakaran yang disengaja. Dua kemungkinan itu sama-sama belum bisa disebut sebelum sumber api diketahui.

Yang juga belum disinggung dalam keterangan resmi adalah penampungan sementara bagi 11 keluarga yang kehilangan tempat tinggal, serta status ganti rugi atas barang yang hangus bersama bangunan. Untuk penghuni rumah kontrakan, dokumen seperti KTP dan KK kemungkinan ikut terbakar, dan tidak ada keterangan mengenai tempat penyimpanan barang yang berhasil diselamatkan.

Longsor di Cisarua, Bandung Barat, yang membuat sejumlah warga mengungsi, masih jadi ingatan (Gibran Sambangi Cisarua Bandung Barat, Cek Kondisi Pengungsi Terdampak Longsor). Bedanya, kali ini yang kehilangan tempat tinggal bukan sementara.atsch

Kawasan Ciparay punya catatan perkara kriminal tersendiri. Kami pernah meliput kasus sajam maut di Ciparay yang motifnya terungkap sebagai cemburu (Motif Cemburu dalam Kasus Sajam Maut Ciparay Terumpul). Perkara seperti itu fokusnya pada pelaku dan motif perbuatannya. Di Jalan H Jakaria, pertanyaan yang belum terjawab lebih sederhana: dari mana api berasal dan apakah ada pihak yang harus bertanggung jawab atas kerusakan yang ditanggung 46 penghuni. Selama sumber apinya belum keluar, status kejadian ini masih berupa kebakaran yang belum diketahui penyebabnya.