Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tekankan Penataan Kembali Alam di Milangkala Tatar Sunda

KDM · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menekankan pentingnya penataan kembali alam saat acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cianjur, serta rencana program penanaman pohon di daerah rawan longsor.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tekankan Penataan Kembali Alam di Milangkala Tatar Sunda

Acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (6 Mei 2026) berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat, yang memadati berbagai ruas jalan protokol sepanjang rute karnaval. Momen budaya ini tidak hanya menjadi ajang mempromosikan warisan seni dan budaya Sunda, tetapi juga menjadi platform untuk menyampaikan pesan krusial tentang pelestarian lingkungan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pesan Penting tentang Keseimbangan Manusia dan Alam

Dalam pidatonya di halaman Pendopo Cianjur, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ancaman terbesar saat ini bukan hanya dari perubahan iklim global, tetapi ketidakselarasan antara aktivitas manusia dengan lingkungan alam. Ia memberikan contoh fenomena banjir yang terjadi di dataran tinggi seperti kawasan Puncak, yang dianggap tidak lazim karena banjir umumnya terjadi di dataran rendah. "Kita paham, misalnya di Cianjur, banyak hal aneh yang tidak logis terjadi. Misalnya banjir kok di Puncak. Di mana-mana, banjir itu di dataran rendah. Ini banjir terjadi di dataran tinggi," kata Dedi yang akarnya disapa Kang Dedi.

Ia menambahkan bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia telah merusak struktur alam, yang pada gilirannya menyebabkan bencana alam yang lebih sering dan parah.

Baca Juga: 178 Pekerja PT Namnam Fashion Industries Cimahi Kena PHK, Dedi Mulyadi Imbau Pindah ke Industri Baru

Penataan Tata Ruang Terpadu sebagai Prioritas Pembangunan Jabar

Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menjalankan program penataan kembali tata ruang wilayah secara terpadu. Ia menegaskan bahwa ke depannya, hanya akan ada satu tata ruang tunggal untuk seluruh Jawa Barat, yang akan diikuti oleh semua pemerintah kota dan kabupaten di wilayah tersebut. Langkah ini telah disepakati bersama Dirjen Tata Ruang dan melalui pertemuan dengan Kementerian ATR/BPN. "Nanti pemerintah kota dan kabupaten mengikuti apa yang sudah ditetapkan provinsi," ujarnya.

Menurutnya, penataan tata ruang yang terpadu adalah kunci untuk mencegah kerusakan lingkungan dan mengurangi risiko bencana alam di wilayah Jawa Barat. Selain itu, langkah ini juga akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Seimbang dengan Pelestarian Lingkungan

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi adalah kebutuhan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, hal itu harus dibarengi dengan penataan ruang yang optimal untuk menghindari risiko bencana alam. Ia menambahkan bahwa kemajuan ekonomi tidak akan memiliki makna jika diikuti oleh bencana yang merusak kehidupan dan aset masyarakat.

"Bagi saya, pertumbuhan ekonomi pasti diperlukan. Tetapi nanti apa artinya kemajuan ekonomi kalau terjadi bencana. Kalau sudah terjadi bencana, semua itu tidak ada artinya," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus fokus pada pembangunan yang berkelanjutan, yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pemprov Jabar Targetkan Selesai Bongkar dan Tata Ulang Teras Cihampelas Oktober 2026

Momentum Budaya untuk Upaya Pelestarian Lingkungan

Menurut Dedi Mulyadi, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cianjur dan Bogor dapat menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengembalikan keseimbangan lingkungan. Ia menambahkan bahwa acara budaya ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah lingkungan dan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian alam.

Sebagai langkah lanjutan, ia akan mendorong alokasi anggaran dalam APBD perubahan untuk program penanaman pohon di daerah-daerah rawan longsor atau tebing. Program ini bertujuan untuk memulihkan vegetasi di daerah yang terkena erosi dan mengurangi risiko bencana alam.

Program Penanaman Pohon yang Sudah Berjalan di Beberapa Wilayah

Salah satu program yang sudah dijalankan di beberapa wilayah Jawa Barat adalah penggantian tanaman tahunan dengan tanaman keras seperti kopi dan tanaman lain yang memiliki fungsi ekologis kuat. Program ini sudah diterapkan di kaki gunung utara Kabupaten Bandung, kawasan perkebunan teh di Kabupaten Subang, dan beberapa daerah lainnya.

Menurut Dedi Mulyadi, program ini tidak hanya membantu memulihkan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil tanaman keras. "Nanti satu orang bisa satu hektare atau dua hektare," pungkasnya.

Inisiatif Pendukung Lainnya dari Pemprov Jabar

Selain fokus pada penataan ruang dan pelestarian lingkungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah meluncurkan beberapa inisiatif pendukung:

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Jawa Barat untuk menciptakan wilayah yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

Dokumentasi acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cianjur.