Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Instruksi ASN Bersihkan Radius 1 Km Kantor
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi instruksikan ASN Pemprov Jabar dan Bandung bersihkan radius 1 km kantor, serta menangani sampah, infrastruktur, dan kemacetan di Bandung

Latar Belakang Instruksi
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung untuk menjaga kebersihan dan estetika lingkungan sekitar kantor mereka. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kota untuk mengembalikan kewibawaan serta karisma Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, Bandung tengah menghadapi berbagai persoalan krusial seperti sampah menumpuk dan kemacetan kronis yang mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan.
Instruksi Khusus Lingkungan Kantor ASN
Dedi menekankan bahwa setiap kantor ASN harus memastikan radius satu kilometer di sekitarnya dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan berestetika. Ia menyampaikan terima kasih kepada ASN yang sudah berpartisipasi dalam membersihkan lingkungan masing-masing, dan menegaskan bahwa penataan kota tidak dapat dilakukan secara parsial. Hanya dengan kerja sama seluruh elemen, termasuk ASN, pemerintah, dan masyarakat, Bandung dapat kembali menjadi kota yang layak sebagai ibu kota provinsi.
"Terima kasih kepada ASN Pemprov Jabar dan ASN Kota Bandung yang terus bahu-membahu membersihkan lingkungannya masing-masing. (Sekarang) Minimal satu kilometer menuju kantor harus dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan berestetika," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Jumat.
Penanganan Masalah Sampah Sebagai Prioritas
Salah satu persoalan krusial yang ditonjolkan Dedi adalah tumpukan sampah yang masih ditemukan di sejumlah sudut Kota Bandung. Masalah ini tidak hanya merusak estetika kota, tapi juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan warga. Ia meminta seluruh pihak untuk segera menuntaskan masalah ini, dengan mengoptimalkan TPA Sarimukti menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. TPA Sarimukti merupakan salah satu fasilitas pengolahan sampah terbesar di Jawa Barat, dan pengoptimalannya diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang menumpuk di lokasi sementara.
"Kita harus pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut-sudut kota. Ini harus ditangani bersama," katanya.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Infrastruktur dan Keamanan
Selain masalah sampah, Dedi juga menyoroti fokus kolaborasi lain yang meliputi infrastruktur dasar dan keamanan kota. Ia meminta adanya integrasi sistem CCTV antara provinsi dan kota, sehingga data pengawasan dapat diakses bersama untuk meningkatkan keamanan dan menanggulangi kejahatan dengan lebih cepat. Selain itu, ia menegaskan bahwa seluruh penerangan jalan umum (PJU) harus berfungsi optimal, tanpa ada yang mati, untuk menjaga kenyamanan dan keamanan warga saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di malam hari.
Untuk mengatasi kemacetan kronis di wilayah Bandung Raya, yang menjadi salah satu keluhan utama warga, Pemprov Jabar mendorong percepatan pengembangan transportasi publik terintegrasi yang dapat menarik pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke moda transportasi umum. Selain itu, pembangunan infrastruktur penunjang seperti underpass dan flyover diharapkan dapat mengurai arus lalu lintas yang padat di beberapa titik strategis. Dedi juga menekankan pentingnya digitalisasi sistem lampu lalu lintas agar bersifat adaptif terhadap volume kendaraan di lapangan, sehingga waktu lampu lalu lintas dapat disesuaikan secara real-time untuk mengurangi kemacetan.
"Lampu lalu lintas harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kendaraan, sehingga lebih efektif mengurai kemacetan," tutur Dedi.
Apresiasi Sinergi dengan Pemkot Bandung
Dedi juga mengapresiasi sinergi yang dilakukan Wali Kota Bandung dalam upaya mengembalikan wajah kota agar lebih rapi sebagai destinasi wisata unggulan yang berorientasi masa depan. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terus dilakukan antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, yang menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan menarik wisatawan ke Kota Bandung. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan Bandung dapat kembali menjadi kota yang indah, aman, dan nyaman, serta mempertahankan statusnya sebagai destinasi wisata utama di Jawa Barat.
"Terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang setiap hari bahu-membahu dengan Pemprov Jabar untuk mengembalikan kharisma, wibawa, dan keanggunan Kota Bandung," katanya menambahkan.