GPM Ramadhan 1447 H: Pemkab Kuningan Salurkan 100 Ton Bahan Pokok
Pemkab Kuningan menyalurkan 100 ton bahan pokok untuk GPM Ramadhan 1447 H guna stabilkan harga dan kontrol inflasi daerah Jawa Barat

GPM Ramadhan 1447 H: Pemkab Kuningan Salurkan 100 Ton Bahan Pokok
Pemerintah Kabupaten Kuningan di Jawa Barat telah meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadhan 1447 H dengan menyalurkan sekitar 100 ton bahan pokok. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan laju inflasi daerah di tengah peningkatan permintaan musiman selama bulan suci Ramadhan.
Selama bulan Ramadhan, permintaan akan bahan pokok dasar seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng biasanya meningkat secara signifikan. Hal ini seringkali menyebabkan kenaikan harga di pasar lokal, yang berdampak pada daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, intervensi pemerintah daerah dianggap sebagai langkah yang tepat waktu untuk mengatasi potensi kenaikan harga tersebut.
Detail Distribusi dan Harga Bahan Pokok
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah menjelaskan bahwa program GPM dilaksanakan di 15 titik distribusi yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah kabupaten. Rata-rata, penyaluran bahan pokok mencapai 6,5 ton per hari selama periode program berlangsung.
Wahyu menambahkan bahwa pemetaan potensi kenaikan harga telah dilakukan sebelumnya, sehingga titik distribusi dapat dipilih secara tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan masyarakat di setiap lokasi. Ia juga menyebutkan bahwa setiap komoditas yang dijual dalam program GPM memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar umum, antara lain:
- Beras medium dengan harga Rp12.000 per kilogram, dibandingkan harga pasar Rp14.900 per kilogram
- Gula pasir dengan harga Rp15.000 per kilogram, dari harga pasar Rp18.000 per kilogram
- Minyak goreng dengan harga Rp15.500 per liter, sedikit lebih rendah dibandingkan harga pasar Rp15.700 per liter
Setiap komoditas yang dijual melalui program ini telah melewati proses pemeriksaan kualitas untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan produk yang layak konsumsi dengan harga yang terjangkau.
Tujuan Intervensi Pemerintah
Dalam keterangan pers, Wahyu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin bersikap reaktif terhadap fluktuasi harga pangan. Sebaliknya, intervensi dilakukan lebih awal dengan pendekatan terukur untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat sepanjang bulan Ramadhan.
"Kami tidak hanya fokus pada pengendalian angka inflasi statistik, tetapi lebih pada memastikan setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam kesempatan yang sama. Ia menambahkan bahwa stabilitas stok dan harga pangan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, mengingat dampak kenaikan harga pangan terhadap daya beli masyarakat dan ekonomi lokal secara keseluruhan.
Respons Masyarakat dan Evaluasi Berkelanjutan
Bupati Dian Rachmat Yanuar juga menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM pada pekan Rabu ini mendapat respons positif yang luar biasa dari warga Kuningan. Masyarakat padati lokasi kegiatan sejak pagi hari, dan sebagian besar komoditas yang tersedia terjual dalam waktu relatif singkat.
Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus memantau pelaksanaan program GPM ini, serta melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap tepat sasaran. Tujuannya, agar program ini dapat berjalan dengan efektif dan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah selama bulan suci Ramadhan dan seterusnya.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat dalam menangani peningkatan permintaan pangan selama bulan suci Ramadhan, serta membantu menjaga stabilitas harga pangan di tingkat lokal.