Global Game Jam di Tasikmalaya
Global Game Jam 2026 di Gedung Creative Center Tasikmalaya diikuti oleh 80 peserta dari SD hingga mahasiswa se-Priangan Timur. Kegiatan 48 jam ini bertujuan mendorong kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan digital bagi anak muda di Jawa Barat.

Global Game Jam 2026 Datang ke Tasikmalaya: Ajang Kreativitas Digital untuk Anak Muda
Acara Global Game Jam (GGJ) 2026 telah resmi dimulai di Gedung Creative Center Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (30/1/2026). Kegiatan yang menjadi ajang pembuatan game terbesar di dunia ini menarik partisipasi sebanyak 80 peserta dari berbagai latar belakang usia, mulai dari siswa SD hingga mahasiswa se-Priangan Timur.
Peserta Beragam Usia: Dari Siswa SD hingga Mahasiswa
Salah satu keunikan GGJ Tasikmalaya tahun ini adalah keberagaman usia peserta. Tidak hanya terbatas pada mahasiswa atau profesional di bidang digital, siswa SD yang berusia sekitar 10-12 tahun juga turut berpartisipasi dalam tim bersama para mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa potensi kreativitas digital tidak terbatas pada kelompok usia tertentu.
- Tim peserta terdiri dari 15 tim kecil, dengan setiap tim memiliki 4-6 orang
- Sebagian besar peserta berasal dari wilayah Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut (Priangan Timur)
- Peserta dibekali materi dasar pembuatan game sebelum memulai tantangan 48 jam
Tantangan 48 Jam: Dari Ideasi hingga Prototipe Game
GGJ memiliki aturan utama yang harus diikuti oleh semua peserta: membuat game yang dapat dimainkan dalam waktu tepat 48 jam. Proses ini meliputi beberapa tahap yang harus diselesaikan dengan cepat namun tetap berkualitas:
- Ideasi: Tim berdiskusi intensif untuk menghasilkan konsep game yang sesuai dengan tema tahun ini, yaitu "Kesejahteraan Lingkungan dan Komunitas"
- Desain: Membuat skenario cerita, karakter, antarmuka pengguna, dan mekanisme game yang mudah dipahami
- Pengembangan: Menggunakan platform pembuatan game seperti Unity atau Godot untuk mengubah konsep menjadi prototipe yang dapat dimainkan
- Uji Coba: Memastikan game berjalan tanpa bug dan sesuai dengan tujuan awal pembuatan
"Tantangan 48 jam ini tidak hanya tentang membuat game, tetapi juga tentang belajar bekerja dalam tim, mengatasi hambatan cepat, dan mengasah kemampuan problem-solving," ujar Ketua Panitia GGJ Tasikmalaya 2026, Budi Santoso.
Tujuan Kegiatan: Mendorong Kreativitas dan Kolaborasi Digital
Selain sebagai ajang pembuatan game, GGJ Tasikmalaya 2026 memiliki tujuan yang lebih luas untuk ekosistem digital di Jawa Barat:
- Meningkatkan minat anak muda: Banyak peserta yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam pembuatan game kini tertarik untuk belajar lebih lanjut di bidang teknologi digital
- Membangun jaringan: Peserta dapat berinteraksi dengan sesama pecinta digital dari berbagai wilayah, membuka peluang kolaborasi proyek di masa depan
- Promosi wilayah: Tasikmalaya semakin dikenal sebagai pusat kreativitas digital di Priangan Timur, yang dapat menarik investasi atau kegiatan serupa di masa depan
Dampak Jangka Panjang untuk Ekosistem Digital Lokal
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk pengembangan ekosistem game digital di Jawa Barat. Banyak peserta yang berasal dari daerah terpencil di Priangan Timur kini memiliki akses ke pengetahuan dan fasilitas yang sebelumnya sulit didapatkan.
Setelah selesainya tantangan 48 jam pada Minggu (1/2/2026), semua prototipe game akan dipamerkan dan dinilai oleh juri yang terdiri dari profesional di bidang game dan digital. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa paket pelatihan digital selama 3 bulan dan kesempatan untuk bekerja sama dengan studio game lokal di Bandung.
Harapan untuk Kegiatan Serupa di Masa Depan
Panitia GGJ Tasikmalaya berharap bahwa kegiatan ini dapat diadakan setiap tahun dengan partisipasi yang lebih banyak. "Kami ingin melihat lebih banyak anak muda di daerah ini mengeksplorasi potensi mereka di bidang digital, dan GGJ adalah langkah pertama untuk mewujudkannya," tambah Budi Santoso. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan komunitas digital, diharapkan Tasikmalaya dapat menjadi pusat kreativitas digital yang berkembang di Jawa Barat.