Genap 7 Tahun Berkhidmat untuk Jawa Barat, PKB Kukuhkan 11.632 Pengurus Baru di Bandung
PKB Jawa Barat kukuhkan 11.632 pengurus DPAC dalam PKB Fest di Bandung. Ambulans partai telah layani 79.630 warga dan Food Bank berusia 7 tahun.

PKB Jawa Barat Kukuhkan Ribuan Pengurus dalam Acara Akbar di Bandung
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat resmi menyelesaikan prosesi inaugurasi dewan pengurus anak cabang (DPAC) se-Jawa Barat dalam gelaran PKB Jawa Barat Fest yang berlangsung di Youth Center Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (14/6). Agenda ini menjadi momenta penting untuk memperkuat fondasi organisasi partai di tingkat grassroots.
Padamu Jawa Barat, PKB Berkhidmat Lewat 7 Tahun Pengabdian
Partai ini secara khusus mengangkat tema "Padamu Jawa Barat PKB Berkhidmat" sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai lembaga sosial yang telah konsisten bergerak melayani masyarakat. Dalam acara tersebut, ratusan perwakilan dari berbagai DPAC di seluruh Jawa Barat berkumpul untuk mengikuti prosesi pelantikan secara akbar.
Saat ini, PKB Jawa Barat mengklaim memiliki kekuatan struktural yang signifikan dengan total 11.632 pengurus DPAC yang tersebar di berbagai wilayah. Mengingat keterbatasan kapasitas venue Youth Center Arcamanik, panitia membatasi kehadiran dengan setiap PAC hanya mengirimkan lima orang delegasi untuk menghadiri acara.
Ambulans PKB Jawa Barat: Satu Tahun Melayani 79.630 Warga
Sepanjang satu tahun operasional, armada ambulans PKB Jawa Barat menorehkan rapor positif dengan melayani sebanyak 79.630 warga yang tersebar di berbagai pelosok wilayah. Angka ini menjadi bukti konkret kehadiran partai bernuansa putih hijau dalam menjawab kebutuhan darurat masyarakat di bidang kesehatan.
"Ini angka yang cukup besar. Kira-kira inilah bentuk pengabdian yang bisa dilakukan kader-kader PKB di Jawa Barat," tegas Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jawa Barat, Senin (15/6).
Syaiful Huda menjelaskan bahwa layanan ambulans ini baru memasuki tahun pertama operasionalnya, berbeda dengan beberapa lembaga keumatan lainnya yang sudah mengabdi selama 6 hingga 7 tahun. Dengan melihat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, PKB Jawa Barat kini mengoperasikan sekitar 250 unit ambulans di berbagai wilayah.
Program Food Bank: Strategi Pemberdayaan Warung Kecil dan Ketahanan Sosial
Selain posko kesehatan mobile berupa layanan ambulans, PKB Jawa Barat juga memperkuat ketahanan sosial warga melalui program Food Bank yang kini telah menginjak usia ketujuh tahun. Program ini dirancang dengan skema pemberdayaan usaha warung kecil sekaligus menebarkan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera.
"Food Bank ini berjalan di seluruh Jawa Barat. Kita membeli dan membela usaha warungan sekaligus menebar kebaikan kepada masyarakat," jelas Huda.
Pendekatan ini dinilai efektif karena tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga berkontribusi pada pelaku usaha mikro di tingkat akar rumput. Dengan cara ini, PKB mengklaim turut menjaga keberlangsungan ekonomi warung-warung kecil di tengah tantangan ekonomi yang beragam.
Target Penambahan Armada Ambulans dari DPR RI
Untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan darurat, Syaiful Huda menegaskan bakal menggalang sokongan dari kalangan srikandi dan kader PKB yang duduk di kursi DPR RI. Pihaknya berniat meminta kontribusi penambahan unit ambulans baru.
"Kebetulan ambulans dari teman-teman anggota DPR RI belum kita minta. Mulai tahun ini kita akan meminta mereka membantu minimal satu, kalau bisa dua ambulans untuk menambah armada," tegas Huda.
Ia menambahkan bahwa setelah melakukan peninjauan langsung di lapangan, kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan dan transportasi darurat memang cukup luar biasa. Oleh karena itu, jumlah armada ambulans tersebut pastinya akan terus ditambah untuk menjawab tantangan tersebut.
Kekuatan 11.632 Pengurus DPAC: Fondasi Konsolidasi Politik
Menilai potensi yang ada, Huda menginstruksikan agar mesin partai bergerak lebih progresif. Sejalan dengan perintah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, simpul-simpul konsolidasi politik dan sosial ke depan harus makin diperketat hingga menyentuh level kecamatan.
"Sebagaimana perintah Ketua Umum, kita ingin aktivitas konsolidasi PKB ke depan tidak lagi hanya mandek di level kabupaten, tetapi sudah harus mengakar kuat sampai pada level kecamatan-kecamatan di seluruh Jawa Barat," tucurnya.
Dengan kekuatan struktural yang masif di tingkat akar rumput, PKB Jawa Barat optimistis mampu meningkatkan konektivitas politik dan sosialnya. Hal ini menjadi strategis menjelang berbagai momentum elektoral ke depan.
Realistis, PKB Akui Perlu Kolaborasi Lintas Ormas
Meski telah mencatatkan berbagai pencapaian, Huda mengakui bahwa ikhtiar yang dilakukan partainya belum bisa sepenuhnya menutup celah kebutuhan fasilitas darurat di Jawa Barat. Provinsi ini memiliki total populasi yang hampir menyentuh angka 50 juta jiwa.
"Dengan jumlah penduduk hampir 50 juta, tentu ikhtiar PKB saja tidak cukup. Kami berharap organisasi kemasyarakatan lainnya juga mengambil inisiatif dalam kerja-kerja pelayanan dan kepedulian sosial," harapnya.
Kolaborasi antarpihak menjadi kunci dalam menjawab tantangan sosial yang begitu besar di Jawa Barat. PKB membuka diri untuk berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat demi terjalinnya kerja-kerja pelayanan yang lebih optimal bagi warga.
Catatan Hitam Putih untuk Jawa Barat
Dari angka 79.630 warga terlayani hingga kekuatan 11.632 pengurus DPAC, PKB Jawa Barat menorehkan perjalanan panjang dalam mengabdi. Bukan sekadar klaim, melainkan terukur melalui program-program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di akar rumput. Ke depan, akselerasi pelayanan dan konsolidasi struktural akan menjadi kunci bagi partai ini untuk terus relevan di tengah dinamika politik Jawa Barat.