Gempa 4,6 M Guncang Pangandaran, Getaran Terasa di Tasikmalaya dan Garut
Gempa magnitudo 4,6 mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, pada 21 Mei 2026. Getaran terasa hingga Tasikmalaya dan Garut. Belum ada laporan kerusakan atau korban, BPBD melakukan pemantauan di lapangan.

Pada hari ini, 21 Mei 2026, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 4,6 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat. Menurut data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut lepas Pantai Pangandaran, sekitar 50 kilometer sebelah barat daya wilayah Pangandaran. Getaran gempa ini cukup kuat sehingga dapat dirasakan hingga beberapa wilayah di sekitarnya, termasuk Tasikmalaya, Garut, dan daerah Priangan Timur lainnya.
Pengalaman Masyarakat di Wilayah Sekitar
Warga di wilayah sekitar Pangandaran, termasuk Tasikmalaya dan Garut, melaporkan merasakan ayunan gempa selama beberapa detik. Beberapa warga mengaku bahwa getaran tersebut membuat mereka panik dan keluar dari rumah mereka. Kepanikan singkat ini terjadi karena getaran yang cukup kuat, meskipun tidak menyebabkan kerusakan signifikan pada awal pelaporan.
Seorang warga di Pangandaran, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan: "Saya sedang berada di rumah ketika merasakan getaran gempa. Saya langsung keluar dari rumah bersama keluarga saya, merasa sangat panik karena getarannya cukup kuat."
Kondisi Saat Ini dan Pemantauan Pasca Gempa
Sejauh ini, belum ada laporan resmi dari pihak berwenang mengenai kerusakan bangunan, jatuhnya bangunan, maupun korban jiwa akibat guncangan gempa ini. Badan Penanggulangan Bencana dan Penyelamatan (BPBD) di masing-masing wilayah Jawa Barat, termasuk BPBD Pangandaran, Tasikmalaya, dan Garut, telah melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi keamanan masyarakat dan melakukan pendataan dampak gempa ini. Tim BPBD juga sedang menyiapkan tanggap darurat jika diperlukan.
Imbauan dari BMKG dan Instansi Terkait
BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak gempa untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diharapkan hanya mengandalkan informasi yang berasal dari kanal resmi, seperti situs web BMKG, akun media sosial resmi BMKG, atau informasi dari instansi terkait lainnya. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi setelah gempa utama ini.
Perkembangan Selanjutnya
Pihak redaksi terus melakukan validasi data terkait dampak kerusakan dan perkembangan situasi di lapangan. Informasi mengenai gempa ini akan diperbarui secara berkala seiring dengan masuknya laporan terbaru dari otoritas setempat. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti informasi terbaru mengenai gempa ini dari sumber terpercaya.