GEMA Jawa Barat: 1.147 Mahasiswa UPI Ditugaskan ke 364 Sekolah
Jawa Barat kekurangan 4.392 guru. Disdik kirim 1.147 mahasiswa UPI ke 364 sekolah via program GEMA untuk 6 bulan.

Defisit Guru di Jawa Barat Capai 4.392 Posisi
Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan serius dalam sektor pendidikan. Data menunjukkan masih terdapat 4.392 guru kekurangan di sekolah menengah atas dan kejuruan negeri. Situasi ini diperparah dengan rencana purnatugas 1.251 guru pada tahun ini.
Untuk mengatasi krisis tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Barat memperkenalkan Gerakan Mahasiswa Mengajar (GEMA). Program ini menggandeng 1.147 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang akan diterjunkan ke berbagai sekolah.
Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar
Program Probidik GEMA Jawa Barat
Program Probidik GEMA Jawa Barat dirancang untuk dua tujuan utama. Pertama, memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal di satuan pendidikan yang kekurangan tenaga pendidik. Kedua, memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa melalui pembelajaran langsung atau learning by doing.
"Program ini bertujuan memastikan hak belajar peserta didik tetap terpenuhi secara optimal, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa melalui pembelajaran langsung di sekolah," jelas Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto.
Penugasan di 364 Satuan Pendidikan
Sebanyak 1.147 mahasiswa UPI akan bertugas selama enam bulan di 364 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat:
Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji
- 230 SMA (Sekolah Menengah Atas)
- 116 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)
- 18 SLB (Sekolah Luar Biasa)
Selama masa penugasan,para mahasiswa tidak sekadar mengamati. Mereka terlibat aktif dalam:
- Menyusun perangkat pembelajaran
- Mengajar langsung di kelas
- Melakukan evaluasi bersama guru pendamping
Kolaborasi Vokasi: 13 SMK Maung dan 26 Perusahaan
Selain program GEMA, Disdik Jawa Barat juga memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan industri. Tercatat penandatanganan kerja sama antara 13 SMK Maung dengan 26 perusahaan telah dilakukan.
"Kerja sama ini bertujuan menyelaraskan pembelajaran di SMK dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri," terang Purwanto.
Program Sekolah Maung kini mencakup 13 SMK dengan 99 konsentrasi keahlian. Program ini didukung 1.123 mitra industri dan 29 perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi di Jawa Barat.
Dorongan Gubernur untuk Mahasiswa
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai penugasan mahasiswa ke sekolah sebagai kesempatan berharga. Program ini dinilai mampu membentuk calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memahami realitas dunia pendidikan.
"Kesempatan mengikuti Program GEMA Jawa Barat merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa. Mengajar secara langsung akan membentuk kepekaan, kepemimpinan, serta kemampuan memahami karakter peserta didik yang tidak diperoleh hanya dari pembelajaran di ruang kelas," tutur Dedi.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Barat ini mendorong para mahasiswa untuk tidak sekadar memilih zona nyaman di perkotaan. Mereka diminta hadir hingga ke:
- Pelosok daerah
- Kampung dan pesisir
- Wilayah pegunungan
- Berbagai daerah yang membutuhkan sentuhan pendidikan
"Di sanalah pendidikan harus benar-benar dirasakan masyarakat," tegas Dedi Mulyadi.
Langkah Strategis Menuju Pemerataan Pendidikan
Program GEMA Jawa Barat menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri mampu menjawab tantangan defisit guru. Melalui pendekatan learning by doing, mahasiswa tidak hanya sekadar memenuhi kekurangan tenaga pendidik, tetapi juga mendapatkan bekal pengalaman invaluable sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya.