Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gebyar Pesona Budaya Garut: Dukung Budaya dan Ekonomi Lokal

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Pemkab Garut gelar Gebyar Pesona Budaya di pusat kota, melibatkan komunitas seni lokal dan luar, untuk melestarikan budaya dan dorong perekonomian masyarakat.

Gebyar Pesona Budaya Garut: Dukung Budaya dan Ekonomi Lokal

Sabtu sore, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat resmi membuka acara tahunan Gebyar Pesona Budaya Garut di Jalan Ahmad Yani, pusat kota Garut. Acara ini menarik perhatian ribuan masyarakat lokal dan pengunjung dari daerah sekitar, yang datang menikmati pertunjukan seni, menjajaki produk khas daerah, dan merasakan nuansa budaya Nusantara. Dikutip dari sambutan pejabat terkait, acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki tujuan strategis dalam mendukung pelestarian warisan budaya dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Sambutan Pembukaan dan Pengakuan Nasional

Wakil Bupati Garut Putri Karlina dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa Gebyar Pesona Budaya adalah agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Garut setiap tahun. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, sebagai salah satu dari 400 lebih kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih untuk menjadi bagian dari kalender acara budaya tahunan nasional.

"Ini sebagai ajang kreasi kita untuk pelaku seni di Garut untuk terus mengasah kemampuan, berinovasi, dan menampilkan keunggulan budaya Garut ke hadapan masyarakat luas," kata Putri Karlina.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah, komunitas kesenian dan kebudayaan, hingga masyarakat Garut yang aktif berpartisipasi. Ia berharap acara ini dapat diperbesar skala nya di tahun depan, dengan dampak positif yang lebih besar bagi pembangunan Garut, terutama dalam meningkatkan perputaran ekonomi lokal dan menarik lebih banyak wisatawan.

Partisipan dan Atraksi Unik

Sebanyak 56 peserta dari berbagai komunitas seni dan budaya di Garut, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terlibat dalam acara ini. Mereka menampilkan berbagai kreasi yang beragam, mulai dari tari tradisional Garut seperti tari Merak, seni musik tradisional, hingga produk kerajinan tangan khas daerah. Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian pengunjung adalah penampilan seni penca ular dari Kecamatan Samarang, Garut, yang membawa sejumlah ular untuk dipertontonkan dan diperagakan kepada masyarakat. Penampilan ini tidak hanya menunjukkan keahlian para pelaku seni, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian warisan budaya yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Selain peserta lokal, komunitas seni dari daerah sekitar seperti Cianjur, Cirebon, Ciamis, dan Tasikmalaya juga turut memeriahkan acara dengan keunikan budaya mereka. Misalnya, penampilan tari Topeng Cirebon yang ikut menghibur pengunjung, menambah keragaman atraksi yang ditawarkan. Tak hanya itu, acara ini juga diwarnai dengan karnaval yang melibatkan perwakilan raja-raja di Nusantara, yang mengenakan pakaian tradisional masing-masing daerah, menambah nuansa budaya yang khas dan memukau.

Dapur Budaya dan Pasar Produk Lokal

Selain pertunjukan seni, acara ini juga menyediakan dapur budaya yang menawarkan berbagai makanan khas Garut dan daerah sekitar, seperti nasi tutug oncom, dodol Garut, keripik singkong, dan sate maranggi. Pengunjung dapat menikmati makanan ini sambil menikmati pertunjukan seni yang berlangsung di panggung utama. Di sisi lain, terdapat pasar produk lokal yang diisi oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dari Garut, yang menawarkan berbagai produk kerajinan tangan, batik Garut, perhiasan dari kulit, dan berbagai produk olahan hasil pertanian. Hal ini memberikan peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka kepada lebih banyak orang, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

Peran dalam Pelestarian Budaya dan Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika menjelaskan bahwa acara ini memiliki dua tujuan utama: melestarikan nilai-nilai kesenian dan kebudayaan di Garut, serta mempromosikan ciri khas daerah dan pariwisata Garut kepada masyarakat luas.

"Ini salah satu momentum yang tentu juga membuat gairah wisata Kabupaten Garut, karena pengunjung dapat mengenal lebih dekat warisan budaya Garut dan mencari tahu tentang destinasi wisata yang ada di daerah ini," kata Beni Yoga Gunasantika.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya acara ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Garut, sekaligus memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk khas mereka kepada lebih banyak orang. Selain itu, acara ini juga dapat menjadi wadah bagi pelaku seni untuk berkolaborasi dan mengembangkan kemampuan mereka, sehingga dapat menciptakan kreasi yang lebih inovatif di masa depan.

Harapan untuk Tahun Depan

Putri Karlina juga menegaskan bahwa acara ini diharapkan dapat terus berjalan dan berkembang setiap tahun, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Garut. Ia berharap bahwa di tahun depan, acara ini dapat menarik lebih banyak peserta dan pengunjung, serta dapat menawarkan atraksi yang lebih beragam, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan Garut. "Kita ingin membuat Gebyar Pesona Budaya Garut menjadi salah satu acara budaya terbesar di Jawa Barat, yang dapat menarik wisatawan dari seluruh Indonesia dan bahkan mancanegara," kata Putri Karlina.