Garut: Kajian Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Berbasis Jagung Lokal
Dinas Pertanian Garut menunggu tim survei PT Agrinas terkait rencana pembangunan pabrik pakan ternak berbasis jagung lokal untuk meningkatkan hilirisasi komoditas di Jawa Barat.

Latar Belakang Rencana Proyek
Kabupaten Garut, Jawa Barat, sedang mempertimbangkan rencana pembangunan pabrik pakan ternak yang memanfaatkan komoditas jagung lokal sebagai bahan baku utama. Keputusan ini diambil berdasarkan potensi produksi jagung yang melimpah di daerah tersebut, yang menjadikan Garut sebagai pemasok jagung terbesar di tingkat provinsi.
Potensi Produksi Jagung di Garut
Menurut data Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, produksi jagung di daerah ini mencapai 458.978 ton pada tahun 2025, dari luas lahan panen seluas 60.230 hektare. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 432.252 ton. Lebih lanjut, 42 persen pasokan jagung di Provinsi Jawa Barat berasal dari Garut, menjadikan daerah ini sebagai tulang punggung pasokan komoditas jagung regional.
Tujuan Hilirisasi Komoditas Jagung
Kepala Dispertan Garut, Ardhy Firdian, menjelaskan bahwa rencana pembangunan pabrik pakan ternak ini merupakan bagian dari upaya Bupati Garut untuk meningkatkan hilirisasi komoditas jagung. Saat ini, sebagian besar jagung yang diproduksi di Garut dikirim ke luar daerah untuk diolah, kemudian pakan ternak yang jadi hasil olahan dibawa kembali ke Garut untuk memenuhi kebutuhan peternakan lokal. Alur ini dinilai kurang efisien dan mengurangi potensi keuntungan bagi petani dan pelaku usaha di daerah.
Tahap Kajian dan Negosiasi Proyek
Menurut Ardhy Firdian, rencana pembangunan pabrik pakan ternak masih dalam tahap kajian oleh tim survei dari PT Agrinas. Dia mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil survei dari perusahaan tersebut, setelah sebelumnya melakukan pertemuan negosiasi di kantor PT Agrinas. Proses kajian ini bertujuan untuk memastikan kelayakan proyek dari segi teknis, ekonomi, dan keberlanjutan operasional.
"Kami berharap itu bisa terwujud karena keberadaannya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan," kata Ardhy Firdian.
Lokasi Strategis Pabrik
Salah satu poin penting dalam rencana ini adalah pemilihan lokasi pabrik yang tepat. Ardhy menjelaskan bahwa pihaknya mempertimbangkan dua wilayah di Garut: utara dan selatan. Kedua daerah ini merupakan sentra produksi jagung utama di Kabupaten Garut, sehingga lokasi ini akan memudahkan akses ke bahan baku jagung lokal dan mengurangi biaya logistik pengangkutan komoditas. Harapannya, proyek ini dapat dibangun di kedua wilayah untuk memaksimalkan dampak ekonomi di seluruh daerah.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan
Jika proyek pembangunan pabrik pakan ternak ini dapat direalisasikan, Ardhy mengungkapkan bahwa proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Garut. Beberapa manfaat yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan pendapatan petani: Hasil panen jagung dapat diolah secara lokal, bukan hanya dijual dalam bentuk biji jagung mentah.
- Biaya pakan ternak yang lebih murah: Pelaku usaha peternakan akan mendapatkan pakan ternak yang mudah diakses tanpa harus mengimpor dari luar daerah.
- Penciptaan lapangan kerja: Proyek ini akan menciptakan lapangan kerja baru selama proses pembangunan dan selama operasional pabrik.
Ardhy Firdian berharap bahwa proyek ini dapat segera terealisasi, untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha peternakan di Garut. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PT Agrinas untuk menyelesaikan proses kajian secepat mungkin, sehingga manfaat dari hilirisasi jagung dapat segera dirasakan oleh masyarakat.