Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gadis 16 Tahun Tewas di Cianjur: Polisi Cari Ayah Tiri Korban

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Kasus kematian gadis 16 tahun di Cianjur dengan mulut berbusa membuat polisi mencari ayah tiri korban, sambil menunggu hasil autopsi dan menyelidiki petunjuk surat dan video racun.

Gadis 16 Tahun Tewas di Cianjur: Polisi Cari Ayah Tiri Korban

Pada Minggu (24/5) seorang gadis remaja berusia 16 tahun (SH) ditemukan tewas di kamar rumahnya di Desa Cirama Girang, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kondisi korban saat ditemukan memiliki mulut berbusa, serta hidung dan kemaluannya mengeluarkan darah. Kasus ini kini menjadi perhatian polisi, yang sedang mencari ayah tiri korban sebagai pihak yang menjadi fokus penyelidikan.

Ilustrasi kondisi mayat yang ditemukan di lokasi kejadian Ilustrasi kondisi mayat yang ditemukan di lokasi kejadian (Sumber: Ground Picture/Shutterstock)

Latar Belakang dan Penemuan Mayat

Jasad SH pertama kali ditemukan oleh bibinya, Tini, saat ia akan membersihkan rumah tempat korban tinggal. Dalam keterangan saksi, Tini menjelaskan bahwa korban adalah anak sulung dari tiga bersaudara, dan ibunya saat ini sedang bekerja di luar negeri. Hal ini membuat korban tinggal bersama ayah tirinya di rumah tersebut. Namun, saat korban ditemukan meninggal, sang ayah tiri tidak dapat ditemukan di lokasi kejadian.

"Korban memang jarang bergaul, lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Ia tinggal bersama ayah tirinya, namun saat kejadian malah tidak terlihat di rumah," ucap Tini dalam keterangannya kepada pihak berwenang.

Penyelidikan dan Pencarian Pihak Terkait

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, mengkonfirmasi bahwa tim penyidik masih melakukan proses penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus ini. Ia menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu hasil autopsi untuk mengkonfirmasi penyebab pasti kematian korban.

"Masih proses penyelidikan, kita juga masih menunggu hasil autopsi. Untuk keberadaan ayah tiri korban juga masih kita cari," kata Fajri dalam wawancara dengan media pada Selasa (26/5).

Selain itu, Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arip Titim Firmanto, menambahkan bahwa pihaknya juga sedang meneliti informasi yang beredar terkait dua petunjuk penting: surat berisi kekecewaan dan video yang menunjukkan minuman bercampur racun. Ia menjelaskan bahwa kedua petunjuk ini menjadi dasar untuk mencari keberadaan ayah tiri korban.

"Memang informasi yang beredar ada surat dan video minuman dicampur racun. Makanya kami sedang cari ayah tirinya, untuk menanyakan terkait dua hal tersebut. Kami tentu selidiki lebih lanjut kasus ini," pungkas Arip.

Barang Bukti yang Diamankan untuk Penyelidikan

Tim Inafis (Tim Analisis Forensik) telah mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian untuk digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan kasus ini. Fajri menjelaskan bahwa barang bukti tersebut akan diperiksa secara menyeluruh untuk mengumpulkan informasi yang dapat membantu mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada korban.

"Tim Inafis sudah mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Untuk mencari petunjuk dari kasus ini," jelasnya. Sampai saat ini, pihaknya belum dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai barang bukti apa saja yang telah diamankan.

Komitmen Polisi untuk Menyelesaikan Kasus Sampai Tuntas

Fajri menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap semua detail kasus ini sampai tuntas, tanpa meninggalkan celah penyelidikan yang belum terjawab. Ia mengajukan permohonan doa dari masyarakat untuk membantu kelancaran penyelidikan ini.

"Kita pastikan semuanya terungkap dengan terang benderang. Doakan saja, untuk informasi lengkapnya akan kita sampaikan nanti," ujarnya.

Sampai saat artikel ini ditulis, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan polisi terus melakukan upaya pencarian terhadap ayah tiri korban.