Fondasi Pemain Muda Janota Bawa PERSIB ke Divisi Utama Empat Tahun Kemudian
Marek Janota membangun fondasi pemain muda selama 2,5 tahun di PERSIB. Empat tahun setelah ia pergi, PERSIB promosi ke Divisi Utama.

Ketika Marek Janota ditugaskan mengembalikan PERSIB ke Divisi Utama pada Februari 1980, ia membuat pilihan yang tidak lazim. Alih-alih mencari hasil instan, ia menghabiskan 2,5 tahun berikutnya membangun sumber daya manusia.
Janota menghimpun kelompok pemain muda berbakat di Bandung. Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Dede Iskandar, Robby Darwis, dan Wawan Karnawan menjalani program gabungan di Pusat Pelatihan Infanteri Bandung. Aspek yang mereka latih mencakup fisik, teknik, taktik, mental, dan karakter sekaligus.
Pendekatan itu bukan standar umum di era tersebut. Pelatih lokal biasanya mengutamakan hasil langsung di atas pembangunan jangka panjang.
Baca Juga: Igor Tolic Puji Mentalitas Pemain Persib Setelah Comeback 2-2 atas Dewa United
Hasil tidak langsung terasa di tahun pertama. PERSIB belum mampu berbicara banyak di turnamen nasional. Janota menghadapi tekanan dan keraguan, tapi tetap melanjutkan programnya.
Perlahan, tim menunjukkan perkembangan. PERSIB menjuarai Piala Siliwangi 1981 dan Piala Galunggung 1982. Mereka juga menjadi runner-up Piala Soeratin 1982. Di Divisi I PSSI, tim melewati fase interrayon dan zona Jawa Barat/DKI Jakarta dengan catatan kemenangan sempurna.
Janota mengundurkan diri menjelang babak kualifikasi nasional Divisi I pada awal 1983. Tekanan dari berbagai pihak mengiringi keputusannya, menurut keterangan klub di persib.co.id.
Baca Juga: Kekerasan di Rest Area Batang Hantui Pemain Muda PERSIB EPA U-18, Tiga Teridentifikasi Alami Trauma
Risnandar Soendoro kemudian melanjutkan misi promosi. Empat tahun setelah Janota menginjakkan kaki di Bandung, PERSIB promosi ke Divisi Utama.
Fondasi yang Janota bangun tidak runtuh setelah ia pergi. Pemain-pemain muda yang ditempanya menjadi bagian dari skuad yang membangun kekuatan PERSIB pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an. Saat Igor Tolic naik dari asisten menjadi kepala pelatih seperti dicatat dalam liputan kami sebelumnya, cara ia membangun tim berasal dari tradisi serupa: investasi jangka panjang terhadap pemain lokal.
Janota meninggal di Warsawa, Polandia, 15 Agustus 2021, dalam usia 83 tahun. Fondasi yang ia bangun empat dekade lalu masih terasa hingga sekarang bagi setiap pendukung Maung Bandung.
Sumber: persib.co.id