Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kekerasan di Rest Area Batang Hantui Pemain Muda PERSIB EPA U-18, Tiga Teridentifikasi Alami Trauma

Bola · Oleh ·

Tiga pemain muda PERSIB EPA U-18 alami kekerasan fisik saat diserang di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Bus tim rusak dan koper ofisial dicuri. Manajemen laporkan ke PSSI dan I.League.

Kekerasan di Rest Area Batang Hantui Pemain Muda PERSIB EPA U-18, Tiga Teridentifikasi Alami Trauma

Sedikitnya tiga pemain muda PERSIB Elite Pro Academy (EPA) U-18 mengalami kekerasan fisik saat rombongannya diserang di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu 11 Oktober 2026. Insiden ini menambah daftar panjang tindakan kekerasan terhadap tim Persib dalam dua bulan terakhir.

Manajemen PT PERSIB Bandung Bermartabat dalam keterangan resmi di persib.co.id menyebutkan kronologi serangan terjadi terhadap inmuei yang sedang dalam perjalanan menuju laga kompetisi. Para pemain mengalami kekerasan fisik, bus rusak, dan sejumlah koper milik ofisial turut raib.

Pemain Muda Jadi Sasaran

Mereka yang menjadi korban adalah atlet usia di bawah 18 tahun yang sedang menjalani masa pencarian bakat. Usia mereka berkisar 15 hingga 17 tahun. Manajemen menegaskan para pemain itu berhak mendapat perlindungan dan rasa aman sebagai bagian dari proses pembinaan mereka.

Baca Juga: Dua Pemain Belakang Persib Cedera saat Imbang 2-2 Lawan Dewa United di Si Jalak Harupat

Kondisi pemain-pemain ini kini menjadi sorotan. Pemkot Bandung Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Pemain EPA Persib Usai Penyerangan di Tol Batang menunjukkan bahwa pemerintah kota telah menyadari dampak psikologis serius dari insiden serupa sebelumnya. Pendampingan serupa diperkirakan bakal disiapkan ulang untuk korban kali ini.

Manajemen Desak Proses Hukum

Klub telah melaporkan insiden ini ke PSSI dan I.League selaku operator kompetisi. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum mengidentifikasi seluruh pelaku dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Manajemen mengklaim penanganan bakal berjalan profesional, objektif, dan transparan.

Baca Juga: Persib Laden 10 Titik Nobar di Bandung Jelang Lawan Dewa United

Rivalitas yang Keluar Jalur

Serangan ini terjadi bukan dalam konteks pertandingan, melainkan di area istirahat jalan tol. Oknum yang diduga bagian dari rombongan suporter menggunakan atribut klub tertentu. Manajemen mengklarifikasi tindakan ini bukan bentuk rivalitas sepak bola.

"Keselamatan setiap individu harus menjadi batas yang tidak boleh dilanggar dalam rivalitas sepak bola. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, terlebih ketika keselamatan para pemain muda yang sedang meniti masa depan melalui sepak bola turut terancam," tulis manajemen.

Imbauan untuk Bobotoh

Manajemen meminta Bobotoh, julukan suporter Persib, tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan. Klub memahami kemarahan dan kekecewaan suporter, namun menegaskan pembalasan hanya memperluas persoalan. Insiden Suporter Persib vs Ratchaburi menunjukkan bahwa ketegangan suporter bisa berdampak luas pada atmosfer kompetisi.

Proses hukum kini menunggu langkah aparat. Pemain-pemain muda tersebut diperkirakan belum bisa langsung kembali beraksi sebelum kondisi psikologis mereka pulih.

Sumber: persib.co.id