Festival Calung Renteng dan Sawala Budaya UNSIL Kembali Bergaung di Tasikmalaya
Festival Calung Renteng dan Sawala Budaya UNSIL di Tasikmalaya menghadirkan pertunjukan kolosal 500 mahasiswa untuk melestarikan warisan budaya Jawa Barat.

Pada Sabtu, 9 Mei 2026, suasana Lapangan Kampus 2 Universitas Siliwangi (UNSIL) di Taman Sari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terisi oleh irama khas musik tradisional calung renteng. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Calung Renteng dan Sawala Budaya UNSIL ini berhasil menghidupkan kembali kesenian yang sudah menjadi identitas budaya daerah tersebut.
Pertunjukan Kolosal yang Melibatkan Ratusan Mahasiswa
Lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi di UNSIL terlibat dalam pertunjukan kolosal ini. Mereka tampil dengan seragam yang sesuai dengan nuansa budaya Jawa Barat, memegang alat musik calung yang terbuat dari bambu. Irama yang dipainkan terkoordinasi dengan sempurna, menciptakan suara yang merdu dan penuh semangat yang membuat penonton terpukau. Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan keahlian teknis para pemain, tetapi juga menunjukkan rasa cinta mereka terhadap warisan budaya lokal. Banyak penonton yang datang dari berbagai wilayah di Tasikmalaya dan sekitarnya, yang terkesan dengan kebersamaan dan semangat para mahasiswa dalam melestarikan seni tradisional.
Tujuan dan Manfaat Acara
Salah satu tujuan utama dari digelarnya acara ini adalah untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian calung renteng sebagai warisan budaya daerah Jawa Barat. Melalui pertunjukan kolosal ini, diharapkan kesenian ini tidak hanya tetap eksis, tetapi juga dikenal oleh generasi muda yang lebih luas. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal. Dengan melibatkan mahasiswa secara aktif, UNSIL ingin menumbuhkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya tanah air. Acara ini juga memberikan manfaat lain, seperti:
- Menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri melalui seni tradisional
- Membangun jaringan antar mahasiswa yang memiliki minat pada budaya lokal
- Menarik perhatian publik terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya
Makna Budaya Calung Renteng
Calung renteng merupakan jenis musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, khususnya daerah Tasikmalaya dan sekitarnya. Musik ini menggunakan serangkaian bambu yang dipotong dengan ukuran berbeda, sehingga menghasilkan nada yang beragam. Alat musik ini biasanya dimainkan dalam kelompok besar, seperti yang tampil dalam acara ini, menciptakan irama yang penuh dengan energi dan semangat. Sebagai warisan budaya yang berharga, calung renteng telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Jawa Barat. Acara seperti Festival Calung Renteng dan Sawala Budaya UNSIL ini menjadi cara untuk menjaga agar warisan ini tidak terlupakan dan terus berkembang seiring waktu.
Kesimpulan
Keberhasilan digelarnya acara ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki cinta dan perhatian yang tinggi terhadap warisan budaya tanah air. Dengan adanya acara-acara seperti ini, diharapkan kesenian calung renteng dan warisan budaya lainnya akan terus dilestarikan dan dinikmati oleh generasi mendatang.