Festival Beduk dan Gema Takbir Se-Jabar Meriahkan Akhir Ramadan 2026 di Gedung Sate
Festival beduk dan gema takbir se-Jawa Barat meriahkan penutupan Ramadan 2026 di Gedung Sate Bandung, dihadiri Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan ribuan warga dari berbagai wilayah.

Kota Bandung, 2026 – Suara gema takbir yang diiringi beduk dan instrumen musik lokal berkumandang meriah di halaman Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, pada malam takbiran penutupan Ramadan 1447 H/2026. Acara ini menjadi puncak perayaan lokal yang tidak hanya menarik ribuan warga, tapi juga menghidupkan kembali tradisi beduk yang sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa Barat saat menyambut Hari Raya Idulfitri.
Suara Gema Takbir dan Beduk Menghiasi Malam Takbiran
Meskipun panggung yang digunakan terlihat sederhana dibanding perayaan besar lainnya, suasana di halaman Gedung Sate terasa hangat dan meriah. Suara gema takbir dari setiap perwakilan daerah terus berkumandang hingga larut malam, diiringi dentuhan beduk yang menambah nuansa sakral dan gembira. Tidak hanya itu, setiap perwakilan kabupaten dan kota juga menampilkan atribut khas daerah mereka, menambah keunikan setiap penampilan.
Acara ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, yang masing-masing telah menyiapkan lapak dan penampilan sesuai budaya daerah. Selain itu, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemprov juga turut memeriahkan dengan partisipasi dalam lomba beduk, menambah variasi suasana malam takbiran ini. Ribuan warga datang berbondong-bondong untuk menyaksikan penampilan, termasuk mereka yang datang dari luar wilayah Kota Bandung.
Partisipasi Beragam Daerah dan Kehadiran Gubernur Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut hadir langsung untuk meninjau setiap penampilan dari perwakilan kabupaten dan kota. Ia tampak senang melihat antusiasme warga yang datang, serta keunikan setiap gaya gema takbir yang ditampilkan oleh setiap daerah. Menurut penuturan pihak pemprov, setiap perwakilan daerah telah menyiapkan penampilan mereka dengan baik, menampilkan keunikan budaya masing-masing wilayah.
Tanggapan Pengunjung dari Berbagai Wilayah
Salah satu pengunjung, Dadan Rusdiana (45 tahun) dari Kabupaten Garut, mengatakan bahwa ia sengaja datang ke Kota Bandung bersama istri dan dua orang anak untuk menyaksikan acara ini. Ia mengetahui kegiatan ini dari media sosial, dan memutuskan untuk datang sebelum besok ikut salat Id bersama keluarga di wilayah Cimahi.
"Saya sengaja datang ke sini karena ingin melihat bagaimana setiap daerah menampilkan gema takbir dengan gaya yang unik. Perjalanan dari Garut terasa sangat berharga setelah melihat suasana meriah ini," kata Dadan saat ditemui di lapangan. Dia menambahkan bahwa ia senang bisa merasakan suasana lebaran yang khas di pusat pemerintahan Jawa Barat.
Latar Belakang dan Tujuan Acara
Menurut penuturan Adi, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, acara festival beduk ini diadakan untuk melestarikan tradisi beduk yang selama ini lebih dikenal di lingkungan kampung atau pedesaan. Dengan menghadirkan acara di Gedung Sate, pusat pemerintahan provinsi, diharapkan tradisi ini bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat perkotaan, dan tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya lokal Jabar.
"Kalau di lembur, beduk jadi sebuah tradisi menyambut hari raya. Kami selenggarakan di Gedung Sate agar lebih banyak orang bisa merasakan suasana ini," kata Adi.
Ia menambahkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat dan antar daerah di Jawa Barat, di tengah suasana yang sakral dan gembira menjelang Hari Raya Idulfitri.
Rencana Kegiatan Hari Raya Idulfitri Selanjutnya
Pada hari raya Idulfitri 2026, Gubernur Dedi Mulyadi akan melaksanakan salat Id di Gedung Sate bersama Forkopimda dan OPD di lingkungan Pemprov Jabar. Setelah salat Id, gubernur akan menggelar open house di Gedung Pakuan, Kota Bandung, untuk masyarakat yang ingin bersilaturahmi langsung.
Adi menegaskan bahwa kegiatan open house ini tidak bersifat wajib bagi pejabat, termasuk kepala OPD, yang diizinkan untuk menghabiskan hari raya bersama keluarga mereka. "Tidak ada kekhususan untuk pejabat dan kepala OPD untuk hadir, tidak ada kewajiban," kata Adi. Ia menambahkan bahwa pihak pemprov ingin memberikan kebebasan kepada semua pejabat untuk memilih menghabiskan hari raya dengan keluarga mereka.