Festival Balon Udara Wonosobo Ramai di 23 Lokasi, Dapat Pengamanan Penuh Pasca Lebaran 2026
Festival balon udara Wonosobo digelar di 23 lokasi pasca Idul Fitri 2026, menarik antusiasme warga. Polres memberikan pengamanan penuh, dengan tambahan bazaar kuliner dan pertunjukan seni lokal.

Pendahuluan
Tradisi menerbangkan balon udara kembali ramai di Wonosobo, Jawa Tengah, tepat setelah perayaan Idul Fitri 2026. Festival yang digelar di 23 lokasi tersebar di seluruh wilayah berhasil menarik antusiasme warga dari berbagai desa dan kecamatan, menciptakan suasana ceria sepanjang pagi. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
Pengamanan Penuh dari Kepolisian Lokal
Wakapolres Wonosobo, Komisaris Agustinus David Putraningtyas, mengkonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan maksimal di seluruh titik penerbangan balon udara. Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga situasi aman dan tertib, terutama di masa arus balik Lebaran yang biasanya ramai.
"Ini merupakan bagian dari upaya Polres Wonosobo dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Agustinus pada Rabu (25/3).
Untuk memastikan kelancaran acara, kepolisian membagi personel menjadi dua tim yang diposisikan di setiap lokasi fokus. Beberapa titik yang mendapat pengamanan khusus antara lain:
- Lapangan Desa Candiyasan Kertek
- Lapangan Desa Bojasari Kertek
- Lapangan Desa Mirombo Wonosobo
- Lapangan Kelurahan Sukoharjo, Tanjung Sari Land
- Lapangan Desa Kembaran Kalikajar
- Lapangan Desa Simbang Kalikajar
- Lapangan Desa Mangun Rejo Kalikajar
Di setiap lokasi, petugas tidak hanya memantau perkembangan situasi, tetapi juga memberikan imbauan kepada panitia dan warga untuk mematuhi peraturan keselamatan agar acara berjalan lancar.
Sejarah Panjang Budaya Balon Udara Wonosobo
Tradisi menerbangkan balon udara di Wonosobo telah ada sejak tahun 1920-an, dengan sejarah yang kaya dan berakar pada budaya lokal. Dikutip dari informasi yang dihimpun, tradisi ini pertama kali dipelopori oleh warga bernama Atmojo Goper dari Kecamatan Kertek, yang menciptakan balon dari kertas sederhana terinspirasi oleh balon udara untuk keperluan pemotretan. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi budaya rutin masyarakat setempat saat menyambut hari raya Idul Fitri.
Ragam Acara Pendukung yang Menarik
Selain penerbangan balon udara yang menjadi daya tarik utama, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara pendukung yang menampilkan kekayaan budaya dan ekonomi lokal:
- Bazar kuliner tradisional: Menyajikan berbagai hidangan khas Wonosobo seperti tahu gimbal, tempe goreng, dan klepon
- Stan UMKM: Menampilkan produk kerajinan tangan dan produk lokal lainnya dari warga sekitar
- Pertunjukan musik dan kesenian daerah: Menghadirkan nuansa kearifan lokal yang kental dan menghibur pengunjung
Acara ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka kepada pengunjung yang datang, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Jadwal Acara Festival
Penerbangan balon udara pada festival ini dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB, memberikan waktu yang cukup bagi warga untuk menyaksikan dan menikmati rangkaian acara. Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati berbagai acara pendukung sepanjang pagi.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Java Balloon Attraction Wonosobo menjadi agenda unggulan dari pemerintah Jawa Tengah dalam mempromosikan pariwisata lokal pasca Lebaran.