Epson EcoTank Capai 100 Juta Unit Secara Global, Indonesia Jadi Titik Awal pada 2010
Epson EcoTank menjual 100 juta unit secara global sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 2010. Perusahaan menguasai 45% pangsa pasar printer tangki tinta dunia.

Epson mencatat penjualan kumulatif printer tangki tinta EcoTank melampaui 100 juta unit di seluruh dunia. Pencapaian ini tercapai 16 tahun sejak pertama kali diperkenalkan.
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson pada 2010. Dari titik awal itu, EcoTank kini hadir di 170 negara dan wilayah.
"Indonesia memiliki posisi yang sangat istimewa dalam perjalanan EcoTank karena menjadi negara pertama tempat teknologi ini diperkenalkan," kata Ng Ngee Khiang, Managing Director Epson Indonesia.
Baca Juga: Gen Z Bandung Koleksi Vinyl Meski Harga Rp650 Ribu, Anak SMP Sudah Borong Piringan Hitam
Pangsa pasar Epson untuk segmen printer tangki tinta mencapai 45% dari total pengiriman printer inkjet rumah tangga dan perkantoran secara global. Di Asia Tenggara, perusahaan mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar pada segmen yang sama.
Printer tangki tinta menawarkan kapasitas cetak lebih tinggi dibanding printer berbasis kartrid konvensional. Botol tinta isi ulang mengurangi ketergantungan terhadap kartrid sekali pakai.
"Mengembangkan printer tangki tinta merupakan tantangan tersendiri karena konsepnya sangat berbeda dengan printer berbasis kartrid konvensional," ucap Ng Ngee Khiang.
Di Jawa Barat, printer tangki tinta banyak digunakan oleh pelaku IKM di Cirebon yang terus bertambah. Peralatan cetak itu mendukung operasional Percetakan dan usaha rumahan di berbagai kota.
EcoTank dikembangkan dengan konsep tangki tinta berkapasitas tinggi dan sistem pengisian tinta yang praktis. Printer ini menyasar pengguna rumahan, pelaku usaha kecil, hingga perusahaan.
Epson menyatakan pencapaian 100 juta unit bukan akhir perjalanan. Perusahaan akan terus menghadirkan inovasi berorientasi pada kebutuhan pelanggan dengan mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.