Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

El Nino: BPBD Jawa Barat Siaga Hadapi Kemarau, Kerugian Rp89 Triliun

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat bersiaga hadapi kemarau dan potensi El Nino, dengan potensi kerugian ekonomi Rp89,37 triliun dan lebih dari 49 juta jiwa penduduk terdampak.

El Nino: BPBD Jawa Barat Siaga Hadapi Kemarau, Kerugian Rp89 Triliun

Musim kemarau 2026 yang dipadukan dengan potensi fenomena El Nino membawa risiko tinggi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat telah mengimbau seluruh masyarakat untuk bersiaga menghadapi ancaman bencana tersebut, dengan peringatan potensi kerugian ekonomi yang signifikan.

Prakiraan Musim Kemarau dan Faktor El Nino

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Rakhmat Prasetya memaparkan bahwa prakiraan musim kemarau tahun 2026 akan terjadi pada periode Juni hingga Agustus. Fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi penurunan curah hujan di wilayah tersebut menjadi faktor penambah risiko kekeringan dan bencana terkait.

Potensi Dampak yang Mengkhawatirkan

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun menyampaikan data dampak potensial akibat kemarau dan kekeringan. Menurutnya, lebih dari 49 juta jiwa penduduk di Jawa Barat berpotensi terdampak kekeringan. Selain itu, potensi kerugian ekonomi akibat bencana ini diperhitungkan mencapai sekitar Rp89,37 triliun.

Langkah Koordinasi dan Kesiapsiagaan

Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, BPBD Provinsi Jawa Barat telah menggelar rapat koordinasi pada akhir pekan lalu. Rakor dihadiri oleh nara sumber dari berbagai instansi, termasuk Kepala Pusat Air Tanah Badan Geologi Agus Cahyono dan Rakhmat Prasetya dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat, serta pakar lingkungan dari Badan Geologi Idham Effendi.

Dalam rapat ini, BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pelaksanaan langkah mitigasi dan penanganan darurat yang cepat, terarah, terpadu, dan terkoordinasi.

Rekomendasi Mitigasi yang Dapat Dilakukan

Idham Effendi, pakar lingkungan dari Badan Geologi, menyampaikan beberapa langkah mitigasi yang dapat diambil untuk menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Langkah-langkah tersebut meliputi:

Dengan adanya langkah-langkah yang telah diambil dan rekomendasi mitigasi yang diberikan, diharapkan masyarakat dan instansi terkait dapat bekerja sama untuk mengurangi risiko bencana akibat musim kemarau dan El Nino di Jawa Barat. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari instansi terkait dan mengambil langkah preventif sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.