Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Eksistensi Tukang Cukur Asgar, Tak Hilang Kala Barbershop Modern Datang

Jabar · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

ukang cukur Asgar di Kramat Jati tetap bertahan di tengah maraknya barbershop modern. Mengandalkan pelanggan setia dan harga terjangkau, mereka mampu meraih pendapatan hingga Rp1 juta per hari.

Eksistensi Tukang Cukur Asgar, Tak Hilang Kala Barbershop Modern Datang

Tukang Cukur Asgar Bertahan di Tengah Gempuran Barbershop Modern

JAKARTA TIMUR — Menjamurnya barbershop modern tidak serta-merta menggerus eksistensi tukang cukur tradisional, termasuk Pangkas Rambut Asli Garut (Asgar) yang telah lama menjadi bagian dari denyut ekonomi perantau Garut di ibu kota.

Di kawasan Batu Ampar, Kramat Jati, dua pelaku usaha pangkas rambut Asgar masih mampu bertahan dengan mengandalkan pelanggan setia dan harga terjangkau.

Andalkan Pelanggan Tetap dan Harga Ramah Kantong

Andri (39), pemilik Pangkas Rambut Asgar Yana, telah merintis usahanya di Jakarta selama lima tahun terakhir. Ia mengaku jumlah pelanggan masih stabil meski persaingan semakin ketat.

"Masih ramai, alhamdulillah mengandalkan langganan. Per hari sekitar 10 sampai 15 orang," ujarnya.

Namun ia tak menampik bahwa kehadiran barbershop modern turut memengaruhi pembagian pelanggan.

Dalam hal pendapatan, Andri merasakan perbedaan signifikan antara hari kerja dan akhir pekan. Pada hari libur, penghasilannya bisa mencapai Rp800.000 per hari. Sementara pada hari kerja yang sepi, pendapatan bisa turun hingga sekitar Rp80.000 per hari.

Untuk menjaga daya saing, Andri mempertahankan tarif yang relatif murah:

Kombinasi Tradisional dan Kenyamanan Modern

Tidak jauh dari lokasi Andri, Mudi (46) juga mengelola pangkas rambut Asgar yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun.

Berbeda dengan stereotip pangkas rambut tradisional, kedai Mudi telah dilengkapi pendingin ruangan (AC) demi meningkatkan kenyamanan pelanggan.

"Dari awal pakai AC. Kita memang pangkas biasa, tapi ingin bikin nyaman," katanya.

Meski fasilitas ditingkatkan, tarif tetap terjangkau:

Pada akhir pekan, pendapatan Mudi dapat mencapai Rp1 juta per hari. Sementara hari kerja berkisar Rp400.000 hingga Rp500.000.

Tantangan Generasi dan Layanan Tambahan

Menurut Mudi, barbershop modern lebih diminati kalangan muda karena menawarkan layanan lebih variatif dan promo menarik.

Layanan seperti pewarnaan rambut, perming, hingga penjualan produk perawatan menjadi daya tarik tersendiri.

"Di sini hanya cukur saja, tidak ada treatment tambahan atau promo," ujarnya.

Meski demikian, pangkas rambut Asgar tetap memiliki ceruk pasar tersendiri, terutama pelanggan yang mengutamakan kecepatan, kedekatan personal, dan harga terjangkau.

Bertahan dengan Identitas Lokal

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah modernisasi industri jasa, model usaha tradisional masih memiliki ruang bertahan.

Keberadaan tukang cukur Asgar bukan sekadar layanan potong rambut, melainkan juga bagian dari jejaring ekonomi perantau dan identitas kultural yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman.