Efisiensi Anggaran, Eks RS Soreang Disulap Jadi Gedung SMPN 5 Bandung
Gedung bekas RS Soreang diubah jadi SMPN 5 untuk mengatasi kekurangan ruang kelas di Soreang. Target operasional 2027/2028.

Gebrakan Baru untuk Pendidikan Kabupaten Bandung
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali hadir dengan langkah strategis. Kali ini, mereka mengonversi bangunan bekas Rumah Sakit Soreang menjadi gedung definitif SMP Negeri 5 Soreang. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan nyata: meningkatnya jumlah peserta didik yang tidak dibarengi dengan ketersediaan ruang kelas memadai.
"Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan strategis. Dari sisi konstruksi, bangunan eks RS Soreang sangat representatif untuk dikembalikan fungsinya sebagai fasilitas pendidikan," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah.
Baca Juga: Pengacara Ade Kuswara Minta Majelis Hakim Bebaskan Kliennya dari Dakwaan Suap
Kisah SMPN 5 Soreang: Tiga Tahun Menumpang Kelas
SMPN 5 Soreang telah menjalankan operasional selama tiga tahun. Namun,ironisnya, seluruh kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di ruang kelas salah satu SD di Soreang. Kondisi ini tentu tidak ideal, baik bagi peserta didik maupun tenaga pengajar.
Pada 2026, sekolah akan meluluskan angkatan pertama mereka. Artinya, kebutuhan akan gedung definitif menjadi semakin mendesak.
Baca Juga: Pemkot Bandung Relokasi SDN 026 Bojongloa ke Kawasan Cibaduyut dengan Gedung Lebih Luas
Mengapa Miliih Gedung Eks RS Soreang?
Pemilihan gedung bekas RS Soreang bukan tanpa alasan. Ada beberapa pertimbangan matang di baliknya:
- Kondisi konstruksi yang baik — Bangunan sebelumnya merupakan sekolah dasar, sehingga secara struktural memang dirancang untuk aktivitas pendidikan
- Lokasi strategis — Terletak di pusat Kecamatan Soreang, terintegrasi dengan Kantor Kecamatan, Polsek, Masjid Agung, dan Alun-Alun Soreang
- Fasilitas pendukung lengkap — Gedung tiga lantai ini dilengkapi lift, ruang terbuka, jaringan air dan listrik, serta kamar mandi di setiap ruangan
- Efisiensi anggaran — Memanfaatkan bangunan existing jauh lebih hemat dibandingkan membangun sekolah baru dari awal yang membutuhkan lahan dan dana besar
###arget Operasional 2027/2028
Pemerintah daerah melalui Disdik telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, meliputi:
- Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
Langkah selanjutnya adalah melibatkan konsultan teknis untuk menguji kelayakan struktur sekaligus menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi.
"Kami berharap penataan dapat dipercepat melalui APBD Perubahan sehingga awal 2027 sudah mulai ada aktivitas. Targetnya pada tahun ajaran 2027/2028 sekolah sudah dapat beroperasi secara optimal," tegas Asep.
Angka di Balik Keputusan Ini
Data menunjukkan urgensi penambahan fasilitas pendidikan di wilayah ini:
- 1.985–2.000 siswa lulusan SD dan MI di Kecamatan Soreang setiap tahun
- Sekitar 2.115 anak usia sekolah di wilayah tersebut
- Mendekati 1.900 siswa daya tampung SMP negeri baru, termasuk tambahan tiga rombongan belajar SMPN 5 Soreang
Terdapat selisih signifikan antara jumlah anak usia sekolah dengan daya tampung yang tersedia. Inilah yang mendasari pentingnya transformasi gedung eks RS Soreang menjadi SMPN 5.
Langkah Inteligens untuk Masa Depan Pendidikan
Keputusan ini mencerminkan pendekatan cerdas dalam pengelolaan pendidikan. Alih-alih mengeluarkan anggaran fantastis untuk pembangunan baru, pemerintah daerah memilih mengoptimalkan aset yang sudah ada. Semoga gebrakan ini bisa menjadi model bagi wilayah lain dalam menjawab tantangan keterbatasan ruang kelas.