Edukasi Permainan Tradisional di SRMP 8 Cimahi Bersama Mahasiswa Bandung
Kegiatan edukasi permainan tradisional di SRMP 8 Cimahi Jawa Barat kolaborasi mahasiswa Politeknik Negeri Bandung untuk melestarikan budaya lokal dan kembangkan keterampilan siswa.

Latar Belakang Kegiatan Lokafun
Pada Senin, 8 Juni 2026, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi di Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan edukasi permainan tradisional yang dikenal dengan nama Lokafun. Dokumentasi kegiatan menunjukkan para siswa tampak antusias dan gembira saat mengikuti setiap permainan yang disediakan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pihak sekolah dan sejumlah mahasiswa dari Politeknik Negeri Bandung, dengan tujuan ganda: melestarikan warisan budaya lokal serta mengembangkan berbagai keterampilan soft dan hard skill pada siswa.
Tujuan Utama Kegiatan
Selain memperkenalkan permainan tradisional Indonesia kepada generasi muda, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah Jawa Barat. Para penyelenggara memutuskan untuk mengintegrasikan pembelajaran budaya dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, sehingga siswa tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Dengan cara ini, diharapkan siswa dapat memahami dan menghargai warisan budaya mereka dengan lebih baik.
Permainan Tradisional yang Dimainkan
Salah satu permainan tradisional yang menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah bakiak batok. Permainan ini membutuhkan keseimbangan tubuh dan kerja sama tim, sehingga dapat memberikan berbagai manfaat bagi para peserta. Selain bakiak batok, para penyelenggara juga menyediakan permainan tradisional lain seperti galasin, tarik tambang, dan sepak takraw tradisional. Setiap permainan diawali dengan penjelasan singkat tentang asal-usul dan makna di baliknya, sehingga siswa tidak hanya bermain, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Manfaat Bagi Para Siswa
Kegiatan edukasi permainan tradisional ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para siswa, antara lain:
- Pengembangan keterampilan motorik: Bermain bakiak batok dan permainan lain yang membutuhkan gerakan tubuh membantu melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh siswa.
- Kerja sama tim: Permainan kelompok seperti tarik tambang mengajarkan siswa untuk bekerja sama dan saling mendukung rekan tim untuk mencapai tujuan bersama.
- Keterampilan sosial: Siswa belajar untuk menghormati rekan tim, menerima hasil permainan dengan sportivitas, dan berkomunikasi dengan baik dalam kelompok.
- Peningkatan pengetahuan budaya: Penjelasan singkat tentang setiap permainan membantu siswa memahami sejarah dan makna di balik permainan tradisional, sehingga mereka dapat lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Pentingnya Melestarikan Permainan Tradisional di Era Modern
Di era digital saat ini, semakin sedikit generasi muda yang mengenal dan memainkan permainan tradisional Indonesia, lebih memilih bermain game online atau menghabiskan waktu di media sosial. Kegiatan seperti Lokafun di SRMP 8 Cimahi menjadi solusi untuk mengatasi hal ini, dengan cara menghidupkan kembali permainan tradisional dalam lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan. Selain itu, melestarikan permainan tradisional juga merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia agar tidak hilang ditelan zaman, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui generasi muda.
Kesimpulan
Kegiatan edukasi permainan tradisional di SRMP 8 Cimahi ini menjadi contoh baik bagi institusi pendidikan lain di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya. Kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berharga bagi para siswa. Dengan mengintegrasikan pembelajaran budaya dalam aktivitas sehari-hari, diharapkan lebih banyak kegiatan serupa dapat diselenggarakan di berbagai daerah, sehingga generasi muda dapat terus mencintai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.