Dua Korban Longsor di Subang Ditemukan Meninggal, SAR Resmi Ditutup
Tim SAR gabungan menemukan dua korban longsor di Desa Mayang Cisalak Subang dalam keadaan meninggal. Operasi pencarian korban kemudian resmi ditutup setelah evakuasi selesai.

Penemuan Korban Longsor di Subang
Pada Sabtu pagi, tim SAR gabungan dari berbagai instansi pemerintah berhasil menemukan dua korban bencana tanah longsor yang hilang di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat. Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, mengakhiri proses pencarian yang berlangsung selama beberapa jam sejak pagi hari.
Proses Pencarian Korban
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menjelaskan bahwa tim SAR menggelar sesi briefing dan pembagian tugas pada pukul 07.30 WIB. Setelah itu, pada pukul 08.00 WIB, tim melakukan assessment area menggunakan drone thermal untuk mempercepat proses pencarian korban yang tersembunyi di area longsor.
"Pada pukul 07.30 WIB tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan pembagian tugas pencarian. Selanjutnya pukul 08.00 WIB dilakukan assessment area menggunakan drone thermal untuk mempercepat proses pencarian korban," ujar Edy Prakoso dalam keterangan resmi.
Korban pertama yang ditemukan adalah Winda Lianbong, berusia 20 tahun, pada pukul 11.23 WIB di koordinat geografis 6°46'37.2"S 107°45'07.7"E. Tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama, tim SAR berhasil menemukan korban kedua Alda Apriliani, berusia 22 tahun.
Evakuasi dan Penutupan Operasi SAR
Setelah kedua korban berhasil ditemukan, tim SAR gabungan langsung melaksanakan proses evakuasi ke rumah duka terdekat. Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengkonfirmasi bahwa seluruh proses evakuasi selesai pada pukul 12.59 WIB. Setelah debriefing dan evaluasi hasil operasi pada pukul 13.10 WIB, pihak SAR mengusulkan penutupan resmi operasi pencarian korban. Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Unsur yang Terlibat dalam Operasi
Operasi SAR ini melibatkan gabungan beberapa instansi dan sukarelawan, antara lain:
- Basarnas Kantor SAR Bandung
- TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara
- Polres Subang
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Subang
- Tim Tagana
- Unsur kesehatan lokal
- Relawan sukarelawan
- Pemerintah Desa Mayang
- Masyarakat setempat
Alat Pendukung Operasi
Untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi, tim SAR menggunakan berbagai peralatan canggih dan standar, di antaranya:
- Kendaraan operasional Basarnas
- Motor trail untuk akses area sulit
- Ambulance untuk evakuasi korban
- Palsar mountaineering untuk pencarian di area berbukit
- Drone thermal untuk deteksi korban di area gelap atau tersembunyi
- Alat komunikasi untuk koordinasi tim
- Perlengkapan APD (Alat Pelindung Diri) untuk setiap anggota tim
Penutup
Saat ini, pihak berwenang sedang menyiapkan proses pengurusan jenazah kedua korban untuk dikembalikan ke keluarga. Masyarakat setempat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana longsor di area sekitar Desa Mayang, mengingat kondisi tanah yang mungkin masih tidak stabil akibat hujan atau getaran tanah sebelumnya.